Saturday, March 30, 2013

Santi Artanti

Santi Artanti, pembelajar yang menyukai dunia baca-tulis. Karya perdananya dalam bentuk buku solo telah diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo, berjudul Friendship Never Ends. Coretan lainnya, sebagai ajang belajarnya, masuk dalam antologi Be Strong Indonesia #3 (nulisbuku.com), E-book Resolusi 2011 (Hasfa Publishing), Long Distance Friendship (Leutika Prio), Persembahan Kupu-Kupu (Umahaju Publisher), A Sweet Candy For Teens (Elex Media Komputindo) dan Bersabar Mendampinginya (Era Inter Media).

Cara Pasang Banner BaW




Halo BaW'ers..

Apa kabar semua?
Sehat, kuat, dan semangat selalu, yaaa..Terima kasih sudah rajin mampir ke blog ini. Oh ya, bagi sobat yang ingin memasang banner BaW atau GA BaW bisa lakukan cara berikut. Let's check it ^_^

#Banner 1
Cari kolom Lay out (Tata Letak) pada dashboard blog. Kemudian 'Add Widget' HTML dengan copy-paste kode HTML berikut:
<script src="http://h1.flashvortex.com/display.php?id=2_1357532012_11350_985_0_728_90_10_1_8" type="text/javascript"></script>
Klik Save - Letakkan Banner di side bar sesuai yang diinginkan - Done!
[Banner ini memakai media Flash Vortex.com]

Monday, March 25, 2013

Mugniar Marakarma



Mugniar Marakarma. Ibu tiga anak ini amat sreg menjadi seorang blogger. Ia aktif mengasuh blognya di http://mugniarm.blogspot.com. Passion-nya dalam menulis baru benar-benar digelutinya sejak dua tahun lalu di saat usianya menginjak angka 37. Menulis amat menyenangkan baginya karena merupakan kegiatan dokumentasi kehidupan yang senantiasa ia "potret" dan simpan di blog untuk bekal anak dan keturunannya kelak, juga sebagai refreshing dari segala kepenatan hidup sehari-hari. Ia pun berharap blog bisa menjadi salah satu ladang amal jariyah baginya di masa mendatang.

[Cerpen] Simfoni Rita



-Prolog : Kehangatan Kisi – Kisi Hati-

sumber [link]
Senja yang cerah. Pendar siluet sang surya tampak dominan menyinari ruang tamu rumah kami. Ini memang pilihanku.

Ketika pertama kali melihat – lihat kawasan properti yang sekarang salah satu huniannya kutinggali, aku langsung jatuh cinta. Rumah minimalis ini membuatku merinding, saking terpesona.

Sempurna. Letak taman, pagar besi, pintu garasi (yang tidak benar – benar untuk peristirahatan mobil), hingga arah menghadapnya. Entah kenapa, sejak dulu aku selalu membayangkan rumah yang berfungsi ’ganda’ terhadap pencahayaan alam.

Hanik Pratiwi



Medika Mutiara Adzra nama pena dari Hanik Pratiwi atau lebih akrab dipanggil Ara. Wanita penggila coklat dan warna coklat ini lahir di Kota Kreteg alias Kudus pada 27 Oktober, namun dibesarkan di Kota Reog (Ponorogo) selama 13 tahun dan sekarang berdomisili di Kota Pelajar (Yogyakarta).

Friday, March 22, 2013

Ella Sofa

Ella Sofa, penulis dari kota kartini ini masih terus belajar. Beberapa tulisan kisah nyata atau puisi atau cerpen dapat dibaca di 20 buku antologi. Novel pertamanya berjudul Rena, Masih Ada Cahaya. Saat ini masih memperjuangkan agar novel kedua segera terbit, dan mulai menulis novel ke tiga. Ella berharap semua yg ditulisnya bermanfaat. Saat ini hidup di Jepara dengan tiga anak dan suami yg sgt mendukung kegiajan tulis menulisnya. Ella masih ingin terus berkarya untuk berbagi hikmah. Bisa dihubungi di fb Ella Sofa, atau email irkhamna.ela@ gmail.com.

Najmatul Jannah

Lahir di Surabaya, 26 September 1984. Nama asli sesuai akte kelahiran tertulis, Rantau Anggun Septianingrum. Sejak usia 2 tahun tinggal dan menetap di Kota Patria, Kota Blitar Provinsi Jawa Timur.
 
Pendidikan terakhir, wanita yang akrab dipanggil Anggie ini memilih sekolah dengan dasar pendidikan jalur birokrasi, Sekolah Tinggi Pemerintahan dalam Negeri (STPDN). Tahun 2006, Anggie lulus sebagai Purna Wanita Praja Angkatan 14 STPDN/IPDN. Setahun sebelumnya, melalui sebuah seminar kepenulisan, dia tercerahkan oleh motivasi sang pemateri dalam acara tersebut. Motivasi itulah yang menggerakkan tangannya kembali untuk menulis. Sebuah hobi yang sejak kecil hanya berakhir pada buku harian ataupun beberapa bendel kumpulan puisi karya pribadi saja.

Wednesday, March 20, 2013

[Profil Penulis] Leyla Hana



Leyla Hana, adalah nama pena dari Leyla Imtichanah. Lahir di Karanganyar 01 November 1981. Menyelesaikan pendidikan terakhirnya di S1 Ekonomi Studi Pembangunan, Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2003. Sempat bekerja sebagai Editor di sebuah penerbit, sebelum memutuskan untuk menjadi penulis lepas dan ibu rumah tangga. Saat ini telah dikarunia tiga orang putra bernama Ahmad Ismail Haniya (7 tahun), Ahmad Sidiq Aghniya (6 tahun), Muhammad Salim Luthfi (2 tahun).

Monday, March 18, 2013

Give Away BaW [20 Maret - 20 April 2013]

Launching Blog Be a Writer
BaW mempersembahkan giveaway perdana dalam rangka launching blog. BaW adalah sebuah grup menulis untuk segala usia dan status. Jumlah anggotanya sudah menyentuh angka 110 orang, dengan berbagai prestasi menulis. Karya-karya anggota, tips-tips menulis, dan profil para penulis dapat dibaca di blog ini. Untuk lebih memperkenalkan blog ini, kami mengadakan giveaway kecil-kecilan. Anggota BaW dan non-BaW diperkenankan mengikutinya dengan memilih salah satu tema berikut:
TEMA 1. Pengalaman bergabung dengan BaW (khusus anggota BaW)
TEMA 2. Kesan terhadap Blog BaW dan artikel apa yang paling menarik? (siapa saja boleh ikut)

Friday, March 15, 2013

[Resensi Buku] Always be in Your Heart



Judul       :    Always Be in Your Heart

Penulis    :     Shabrina WS

Penerbit  :     Qanita

Tebal      :      236 hal


Novel pemenang tiga Lomba Penulisan Romance Qanita ini bercerita tentang cinta segi tiga antara Marsela, Juanito dan Randu dengan berlatar belakang bumi Lorosae dan peristiwa sebelum serta pasca referendum pemisahan Timor Leste dari Indonesia. Satu dari sekian banyak peristiwa yang menggores jejak luka dalam perjalanan panjang bangsa ini.

Marsela dan Juanito bersahabat sejak kecil. Lambat laun mereka pun saling mencintai. Namun perbedaan prinsip keluarga saat jajak pendapat menjelang referendum membuat keduanya terpisah. Juanito tetap bertahan di Timor Leste, sementara Marsela pergi mengungsi bersama ayahnya. Dalam pengungsiannya, Marsela berkenalan dengan Randu, pria pemilik toko bangunan yang juga kemudian mencintainya.

Yusi Rahmaniar



Yusi Yusuf, terlahir untuk memiliki tiga adik lucu dan dua sahabat. Menulis diam-diam sejak kelas empat SD, membuat orangtua kaget karena mendadak banyak majalah kiriman, konfirmasi transferan dan surat. Tak pernah mengarsipkan karya dan sempat berhenti menulis sama sekali selama kuliah kedokteran.

Lahir di Jakarta, tumbuh besar di Tangerang dari keluarga Sunda-Aceh. Bergabung di Forum Lingkar Pena Jakarta sejak tahun 2007, sebagai Pramuda, Humas, Sekretaris dan malah dikutuk menjadi Ketua sampai 2015.
Ingin menjadi penulis fiksi namun "terpaksa" menulis non fiksi mendampingi para Profesor di bidang Pendidikan Luar Biasa, Patologi Sosial dan Hukum.

Kesenangan naik bis kota membuatnya mulus berkarir sebagai abdi negara di sebuah Universitas Negeri di Jakarta sekaligus merangkap sebagai tukang kue.

Muhammad Sholich Mubarok

Nama lengkapnya Muhammad Sholich Mubarok. Akrab disapa Mubarok, ada juga yang memanggil Muba, namun ini jarang karena terdengarnya lebih mendekati nama hewan bersel satu. Ia lahir di Demak, Jawa Tengah, tanggal 16 Januari. Masa SMA ia habiskan di SMA 3 Demak, kemudian melanjutkan di Bina Sarana Informatika (BSI) Jakarta, jurusan Manajemen Informatika.

Menulis memang sudah menjadi bagian hidup putra (Alm) Muslih A Badawi dan Siti Choiriyah ini, bahkan seperti kebutuhan pokok semacam sembako. Bila tak menulis serasa KO. Bila tak menulis, serasa gatal jemarinya.

[Resensi Buku] Cinderella Syndrome


Saat Kata Menjelma Embun di Ujung Daun

“Orang yang baik itu adalah orang yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain…”  
“Akan ada waktu dimana kamu harus melakukan pekerjaan dengan tanganmu sendiri…”
“Menikah itu butuh kompromi, Vio. Kalau pengorbananmu kelak akan membahagiakan orang yang kamu cintai, kenapa tidak?”
“Pernikahan itu melibat dua orang, bukan sendirian. Jadi kamu harus menyingkirkan egoismemu setelah menikah.”

Itu adalah cuplikan-cuplikan nasehat dari mama Vio, di novel Cinderella Syndrome Kalimat-kalimat yang membuat saya merenung sepanjang jalan sambil mengayuh sepeda menuju pasar, bersama langit timur yang kemerahan. Menghirup udara pagi yang masih segar, saya tiba-tiba berfikir, kelak bacaan seperti apa yang akan dibaca anak-anak saya di masa remajanya?

Wednesday, March 13, 2013

[CatHar] Tempat Asoy buat Nulis

oleh Elita Duatnofa

Kamu penulis? atau pingin jadi penulis? atau lagi belajar untuk jadi penulis? atau kenal dengan salah satu penulis? heheheh. Kalau kamu penulis, atau sedang belajar menulis, pernah nggak ngalamin suatu waktu dan keadaan yang membuat kamu susah banget buat menulis dengan tenang? Saya mah sering! Ciuus.

Sebagai orang yang masih belajar menulis, besar keinginan buat menghasilkan banyak karya mulai tahun ini. Tapi mana mungkin bisa nulis banyak kalau sehari aja cuma bisa nulis 1-2 paragraf dalam sehari? Kapan kelarnya, coba? Dan, taraaa! Saya sudah punya solusinya. Karena nggak bisa menulis dengan kuantitas yang baik di rumah dengan anak-anak yang sedang aktif-aktifnya dan kritis-kritisnya, juga iseng-isengnya, akhirnya saya memutuskan untuk menulis di luar rumah. Bukan, bukan di halaman depan rumah. Tapi benar-benar jauh dari rumah. Dimana anak-anak nggak bisa menemukan saya untuk beberapa jam saja. Heuheuheu. (I’m sooo sorry kids! But I’ve to do that.)

Nah, sekarang saya mau membahas beberapa tempat yang telah saya jadikan lokasi menulis. Mungkin bisa jadi inspirasi buat penulis dan calon penulis lain. Tapiii, berhubung saya tinggal di Depok, jadi saya menuliskan beberapa tempat menulis di sekitar Depok aja ya. Karena saya nggak pernah menulis sampai ke Papua sana. Namun begitu, saya rasa tempat-tempat yang saya sebutkan bisa mewakili tempat serupa di daerah lainnya. Ya toh?

Monday, March 11, 2013

Afifah Afra

Afifah Afra, a.k.a Yeni Mulati Sucipto. Dua-duanya menjadi nama pena. Nama pertama digunakan saat menulis cerpen, buku-buku fiksi, non fiksi, pengembangan pribadi dll.; nama asli dipakai untuk menulis artikel di koran-koran. Buku-bukunya diterbitkan oleh Mizan, Syaamil, Era Intermedia, Gema Insani, Indiva, Dzikrul Hakim dll. Tulisan lepasnya, baik prosa maupun puisi, termuat di Anita Cemerlang, Republika, Kartini, Annida, Sabili, Ummi, Solopos, dll.
Lahir 18 Februari 1979. Lulusan F. MIPA Undip, dan sempat nyantri di Ma'had Assalam, Semarang, Jurusan Dirosah Islamiyah. Masih terus belajar dan selalu 'gila belajar' sebagai mahasiswa abadi Universitas Kehidupan.
Ibu dari 3 anak yang lucu-lucu dan menggemaskan: Anis, Rama dan Ipan. Istri dari satu suami, Ahmad Supriyanto; yang sabar, setia dan penuh pengertian. Berorganisasi sejak SD, mulai dari PMR, pramuka, OSIS, Rohis, Karang Taruna, BEM, Hima, hingga Salimah, FLP dan LSM yang konsen mengadvokasi perempuan dan anak pinggiran.

Naqiyyah Syam

Naqiyyah Syam adalah nama pena dari Sri Rahayu atau akrabnya Yayuk. Lahir di Jambi, 17 Juli 1980. Istri dari Ahmad Suryanto, S.T.P. Ibu dari dua putra Ismail Ahmad Al Farisi dan Rizqi Ahmad Al Fatih. Lulusan S1 Kehutanan Universitas Bengkulu (UNIB) ini mulai aktif menulis sejak kuliah. Tulisannya berupa reportase banyak dimuat di Media UNIB atau Warta UNIB dalam harian pertama dan terbesar di Bengkulu, Rakyat Bengkulu (RB).

Beberapa cerpennya dimuat di Majalah Sabili, Permata, Rakyat Bengkulu, Lampung Post, Majalah Story, dan lainnya. Sudah menerbitkan 30 buku antologi, seperti Ketika Nyamuk Bicara (Zikrul Hakim, 2004), Jendela Cinta (GIP, 2005), Uda Ganteng No 13 (GIP, 2006), Persembahan Cinta (Jendela, 2008), Menulis Tradisi Intelektual Muslim (Youth Publishing, 2010), Cinta Monyet Never Forget (Leutika, 2010), Berjuanglah Bunda Tak sendiri, (Elex Media, 2011), Let’s Enjoy The School (Gurita, 2012), Gado-gado Poligami (2012), Mengapa Harus Valentine? (Indie Publishing, 2012), Merajut Cinta Lansia (Jendela, 2012), Perempuan Langit ( Soega Publishing, 2013), dll. 

Sunday, March 10, 2013

Eni Martini

Eni Martini. Wanita penyuka alam dan cinta mati dengan teh manis hangat. Lahir di Jakarta pada bulan September, hari ke 29 pukul 7 pagi. Menyelesaikan pendidikan akademinya di LP3I Informatika Komputer dan DO di Jurusan Psikologi di Univ Az Zahra. 


Mengawali karir sebagai pekerja kantoran selama 10 tahun, Menulis mulai usia 10 tahun, karyanya berupa puisi, essay, cerpen, dimuat dalam media cetak. Finalis Lomba PUISI CINTA Majalah Gadis tahun 1993, buku pertama yang meluncur Kumpulan PUISI TARIAN JIWA, kemudian menyusul buku-buku lainnya, terhitung antara 18-20 karyanya yang dibukukan baik fiksi dan nonfiksi: Sehelai Daun Kapuk Randu-Bukulaela Yogyakarta, Relasi Kata Tanpa Rupa-Bukulaela, Kembang Kertas-Javamedia, Kuntilanak Cemen-Elexmedia, Bersandarlah Di Bahuku-Diva Press, Sekretaris Dodol mencari Cinta, Kontrasepsi-Gagasmedia, Soul Travel In Baduy-Elexmedia, dll. Salah satu novelnya, Toilet 105 pernah difilmkan Mplus tahun 2010.

Riawani Elyta

Riawani Elyta. Lahir dan berdomisili di kota kecil Tanjungpinang, Kep. Riau. Ibu dari 2 putra dan seorang putri. Mulai senang menulis sejak 2006. Pecinta cappuccino, penyuka warna merah dan penggemar fiksi romance-thriller.

Prestasi menulis pernah ia raih antara lain:

a) Pemenang 1 resensi buku indiva 2008
b) Pemenang 2 cerber femina 2008
c) Pemenang harapan cerber femina 2009
d) Pemenang harapan feature Ummi 2010
e) Pemenang favorit LMCR 2010
f)  Pemenang 2 lomba novel inspiratif indiva 2011
g) Pemenang 1 lomba novel remaja bentang belia (bersama Shabrina WS).

Saturday, March 9, 2013

Elita Duatnofa


Elita Duatnofa, terlahir dengan nama tersebut di Depok 23 November 1982. Pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, namun kemudian mengundurkan diri dan pindah ke Akademi Kimia Analisis Caraka Nusantara Jakarta. Ibu 3 anak ini juga memutuskan untuk berhenti bekerja, lalu memilih fokus menjadi IRT sambil berbisnis kecil-kecilan, dan mendalami dunia kepenulisan sejak tahun 2011. Di sela-sela kesibukannya, ia juga masih menyempatkan diri untuk menekuni hobinya yang lain, yaitu mengajar privat. Penyuka pantai dan malam ini bisa dihubungi melalui:
  

Facebook : Elita Duatnofa
Twitter : @duatnofa_lieta
Email : elieta.duatnofa@gmail.com

Tuesday, March 5, 2013

SC#19 Percakapan A2


    Pada Suatu Tikungan Dekat Pemakaman Desa Warupeteng

Arul           : ternyata sudah setahun ya kita di BAW. Kukira baru lima tahun.
Adit           : salah, kukira baru lima bulan.
Arul           : yang bailang salah tadi siapa?
Adit           : aku.
Arul           : berarti kamu yang salah.
Adit           : lho? Eh bego, justeru aku yang mengingatkanmu kalau kalimatmu salah. Penulis novel malah ngawur.
Arul           : tapi yang mengucapkan kata salah kan kamu Dit, ya kamu lah yang salah.
Adit           : duh kau ini, membuatku tega untuk menjatuhkan kontainer berisi gajah di jidatmu.
Arul           : wakakakaka. Easy man, easy.

(ada keheningan yang tak bernama di antara mereka berdua. Lautan luas menghampar di depan, menyaksikan segala jungkir balik kehidupan)

SC#18 Alhamdulillah :D


Alhamdulillah kalau ini sudah memenuhi kategori SURAT BAW :D

Mendeskripsikan kenangan --- biasanya adalah hal yang dapat dengan cepat saya lakukan. Apapun, baik - buruk, indah manis - pahit pedih, cerah bahagia - suram kelabu, biasanya saya lancar menjabarkan.

Tidak berarti keberadaan diri ini sebagai member dengan tingkat aktifasi pada schedule paling rendah (mungkin), lantas membuat saya hampir setengah mencerna memori. Tidak berarti itu menunjukkan makna BAW dalam kehidupan saya pribadi. Tidak.

Jujur saja, meskipun telah menjadi anggota komunitas ini lebih dari setahun lamanya --- selamat dari berkali - kali kemungkinan akan menjadi list 'pasif' dan harus hengkang (haha ngaku).

SC#17 Surat dari saya yang bukan siapa-siapa ^-^


·   By Zukhruf El Habibah 
Bismillah...
Menclok di BAW adalah salah satu anugrah terindah yang saya dapatkan, berawal nemu status dari mbak Leyla tentang siapa yang mau serius nulis dan sayapun komen kepengen sampai akhirnya saya masuk sebuah lorong gelap dan menapaki langkah menuju ruang indah bernama BAW

Muncul di ruang indah dengan segala keindahannya membuat saya silau dan binggung apa yang harus saya lakukan pertama kali.Kenalan dan mengenali sekitarnya walau sampai sekarang masih serasa sebagai "anak hilang " di sini.

Mengamati postingan dengan segala keakrabannya timbul kebinggungan bagaimana saya bisa masuk di dalam lingkaran itu??akhirnya dengan segala kepolosan saya dan sok tahu saya, saya iseng buat resensi film kala itu.Dan hasilnya...ada yang protes kenapa saya posting padahal saya bukan orang yang terjadwal bikin tugas (dan mulai saat itu baru tahu kalau ada petugas dan penjadwalan ),ditambah lagi ternyata filmnya pernah diresensi juga...aduh serasa jadi orang aneh dan masuk komunitas lalu bikin rusuh.