Saturday, April 30, 2016

Asyiknya Menulis Cerita Anak

Materi tamu dari Mas Bambang Irwanto di grup FB BaW Community pada tanggal 19 April 2016

Salam, teman-teman...

Apa kabar semuanya? Semoga sehat dan terus semangat menulis, ya. Senang sekali saya berada BAW Community ini.

Saya belajar menulis anak sebenarnya secara otodidak. Jadi awalnya, saya membaca sebuah cerita, lalu saya mencoba menulis cerita sendiri. Awalnya saya memang meniru gaya bercerita dan pola cerita yang saya baca. Dan itu tidak apa-apa bagi tahap proses baru belajar menulis. Seiring waktu, maka teman-teman akan menemukan gaya menulisnya sendiri.


Menulis cerita anak pada dasarnya sama dengan menulis cerita lain. Apakah itu cerita remaja atau cerita dewasa. Ada ide, tokoh, konflik, alur, sampai ending. Hanya saja, karena ini cerita anak, maka perlu disesuaikan semuanya, agar cerita yang kita tulis sesuaikan untuk pembaca anak-anak.

Apa saja yang perlu disesuaikan? Kecuali ide yang bersifat universal, maka elemen lain perlu disesuaikan. Tokoh cerita, konflik, sampai gaya bahasa. 

Untuk cerpen realis, tokoh utamanya harus anak-anak. Jadi usahakan kalau tidak perlu, tokoh dewasa tidak usah dimasukkan. Kecuali memang sangat dibutuhkan dalam cerita. Jadi bisa terhindar dari nasihat ini itu dan menggurui. Nah, untuk dongeng, tokohnya bisa disesuaikan dengan imajinasi teman-teman. Apa tokohnya kurcaci, peri, penyihir, pangeran, putri, dan tokoh imajinasi lainnya.

Konflik tentu saja harus sesuai untuk anak-anak. Untuk cerpen realis, konflik usahakan seputar diri anak dan sesuai usia tokohnya. 

Kenapa? 

Agar konflik bisa diselesaikan oleh tokoh anak dalam cerita. Tanpa bantuan tokoh dewasa.
Saat menulis cerita anak, usahakan seolah-olah menjadi seorang anak.
Bila pakai POV 1 maka seperti seorang anak yang sedang bercerita tentang cerita dirinya pada teman-temannya. 

Kalau pakai POV3 seperti seorang anak yang menceritakan sebuah cerita teman-temanya. Intinya semua disesuaikan. Ibaratnya membuatkan makanan untuk anak-anak, maka berikan makanan yang sesuai porsi, pas, dan disukai oleh anak-anak.

Sesuai pengalaman menulis saya (yang masih seuprit), cerita anak dibagi 3. Ada Cerpen realis, dongeng, dan fabel.

Cerpen realis adalah cerita kehidupan sehari-hari, tokohnya manusia, setting nyata dan masa kini.

Dongeng adalah cerita khayalan, imajinasi yang tidak terjadi di dunia nyata. Tokohnya tentu saja bisa sesuai tokoh imajinasi dunia dongeng.

Sebenarnya fabel ini termasuk dongeng. Tapi ada penyebutan khususnya. Fabel adalah cerita yang tokohnya hewan. Saya membagi dua bagian cerita. Ada fabel yang tokoh hewannya berlaku selayaknya hewan, dan settingnya sesuai habitatnya. Ada juga fabel yang tokoh hewannya berlaku selayaknya manusia dan settingnya bisa imajinasi. Hewannya bisa naik sepeda, ke pasar, memasak, pakai baju, tinggal di rumah, dan sebagainya.

Demikian materi singkat seputar cerita anak. Silakan mengajukan pertanyaan, teman-teman. Semakin banyak pertanyaan, maka materi akan semakin berkembang.

Salam semangat menulis

Beberapa karya Bambang Irwanto

Tanya-Jawab:

Astrid Bunda Aira: Bismillah, mau tanya ya: 1. Seringkali datang ide, pengen nulis ini itu,tapi ketunda karen urusan domestik (biasa, ibu ibu rumah tangga.hehe). Nah giliran ada waktu buat nulis, di depan komputer malah bengong.. Apa yg mau ditulis. Kisi-kisinya masih ada di kepala, tapi mau ngawali nulisnya yang susah. 2. Adakah karakteristik sendiri media-media yang menerima cernak, dongeng atau fabel? Misal Bobo lebih sering memuat dongeng, dll. 3. Saya baru tahu Bobo dan Kompas Anak (yang sayangnya gak ada lagi, ya?). Selain dua itu, ke mana lagi kalau mau kirim cernak, dongeng, atau fabel? 4. Adakah tips-tips jitu gak agar rajin nulis? (selain tentu ingat tentang dompet yg harus di isi),

Bambang Irwanto
Salam, Mbak Astrid Bunda Aira
1. Bila datang ide, lalu saatnya kurang pas, maka jangan dibuat idenya itu, Mbak. Biar tidak lupa, tulis dulu idenya. Bisa di buku atau di hape. Lalu saat ada waktu, segera eksekusi.
2. Setiap media anak mempunya karakter sendiri-sendiri, Mbak Astrid. Tapi secara umum, semua media suka cerita yang sesuai untuk pembacanya. jadi rajin membaca cerita yang dimuat di media yang dituju. Untuk Bobo, Bobo menerima cerpen, fabel, juga dongeng.
3. Saat ini, memang masih Bobo yang menerima cerita dari penulis luar, Mbak Astrid Bunda Aira. Lainnya media daerah. koran lokal.
4. Tips jitunya, tentu saja harus rajin menulis, diiringi membaca cerita, Mbak Astrid Bunda Aira. Semakin sering kira menulis, maka proses menulis akan mudah dan menyenangkan.
Tapi maksudnya ingat dompet yang harus diisi itu maksudnya bagaimana, Mbak? hehehe

Sutono Suto
Dongeng Mas Maim unik. idenya darimana?

Bambang Irwanto
Semua ide itu bagus, Mas Sutono Suto, Jadi kita harus mengolah ceritanya jadi beda dan unik. Ide itu sudah ada di sekitar kita. bahkan di depan mata kita. jadi kita harus jeli untuk menangkap ide yang sudah bertebaran di sekitar kita.

Husna Ilyas:
Mas Baim kalau bikin cerita anak, cari judulnya dulu atau setelah jadi cerita utuh baru cari judul?

Bambang Irwanto
Saat awal menulis, biasanya judul setelah selesai menulis cerita, Mbak Husna. Namun terkadang, dari bayangan sebuah judul, bisa langsung jadi ide cerita. Misalnya saya pernah membayangkan sebuah judul toko roti 3 + 3, maka saya langsung dapat ide menulis cerita itu.
Tapi kalau dapat ide dulu, maka saya tulis ceritanya utuhnya dulu, baru disesuikan judulnya, Mbak

Ana Falesthein Tahta Alfina:
Saya pernah baca cerita di Bobo, tokohnya orang dewasa, tapi permasalahannya bisa ditangkap oleh radar anak-anak. mungkin sebelas empat belas dengan cerita Abu Nawas kali ya. Pertanyaannya lain hal, hahaha.. Mas Bambang Irwanto menulis cerita anak dalam sekali duduk atau berkali-kali duduk? Dalam sehari bisa menghasilkan berapa cerita? Hehe. Oya, mengenai pengendapatan cerita, ada batas maksimal gak, berapa lama?

Bambang Irwanto
Kalau itu termasuk "Dongeng Realis", Mbak Ana Falesthein. Jadi boleh tokohnya orang dewasa, tapi konfliknya bisa sesuai untuk anak-anak. Misalnya tokohnya pelit. nah, sifat pelit kan ada pada diri anak-anak. Kalau sekarang, saya bisa menulis satu cerita sekali duduk, Mbak.
Tapi dulu, tentu saja berkali-kali hahaha. Jadi hanya masalah proses menulis saja. Karena sekarang saya ada grup Rumah Jamur, website, dan kelas saja, jadi sehari saya sesuaikan saja, Mbak. Tapi sebelumnya, saya pernah menulis 10 cerita dalam sehari. Itu karena ide ceritanya semua sudah matang. Tapi selesai menulis, tidak langsung dikirim. harus diendapkan dulu, lalu diedit, kemudian dipercantik lagi ceritanya baru dikirim. Mengendapkan tulisannya, cukup sehari saja, Mbak Ana. Jangan kelamaan. biar idenya tetap fresh.

Naqiyyah Syam
Ada link contoh cernak dongeng realisnya?

Bambang Irwanto
Banyak dongeng realis yang saya posting di bog saya, Mbak Naqiyyah Syam. silakan teman-teman mampir. Ini salah satu link-nya: http://www.bambangirwantoripto.com/2016/03/cecilia.html

Anis Khoir
Mas Baim, gimana ya bikin cerita anak yang fokus? Artinya gak terlalu banyak kalimat tapi bisa mengena ke konflik dan penyelesaiannya?

Bambang Irwanto
Jadi, untuk cerita anak media, sejak awal langsung masukkan konflik ceritanya, Mbak Anis Khoir. Jadi kita punya ruang cukup untuk mengolah ceritanya. Jadi agar fokus, kamera ceritanya cukup fokus pada 1 tokoh saja. jangan pindah-pindah kameranya. Cerita anak, bukan banyak kalimat, Mbak Anis. Tapi gunakan kalimat efektif. jadi jatah kata dan halaman sesuai

Avizena Zen
Bagaimana cara menulis cerita anak, menyampaikan pesan, tapi tidak terkesan menggurui?

Bambang Irwanto
Bambang Irwanto Jadi usahakan tokoh-tokoh anaknya yang menyampaikan pesan itu, Mbak Avizena. Boleh kok pesannya dari narasi juga yang pas untuk anak-anak.

Dika Pramana Pak Bambang Irwanto, untuk cerpen anak biasanya yang menjadi kendala buat saya itu adalah penceritaannya Pak. Beberapa kali dibaca ulang kok masih tetep naskah anak yang bergaya tutur "dewasa" hehe ...

Bambang Irwanto
Nah, karena itu, saat menulis cerita anak, usahakan Kak Dika Pramana menjadi seorang anak-anak. Lalu perbanyak membaca cerita anak-anak

Kayla Mubara
Salam, Kak Bambang Irwanto. Untuk cerita hewan dengan tingkah manusia apakah boleh tabiatnya bertolak belakang dengan hewan sungguhan? Misal Koti kelelawar pergi siang hari. Atau tetap harus logis layaknya hewan tersebut?

Bambang Irwanto
Salam, Mbak Kayla Mubara. Bisa, Mbak Kayla Mubara. bisa sesuai, bisa bertolak belakang. karena dari situlah konflik ceritanya.Nah, nanti dijelaskan, kalau kalelawar memang tidak bisa berkeliaran di siang hari. kenapa tidak bisa? nah, jelaskan fakta sesungguhnya.

Kayla Mubara
Berarti jungkir balik dari fakta hewan yang sebenarnya malah bisa jadi konflik, dan bakal cerita baru, ya, Kak Bambang Irwanto?

Bambang Irwanto
Iya, Mbak Kayla Mubara. Misalnya gajah yang ingin punya belalai pendek. Padahal sebenarnya tidak bisa, karena dia akan kesulitan.

Nah, teman-teman, sebenarnya masih banyak pertanyaan lagi yang diajukan dan dijawab oleh Mas Baim. Untuk lebih jelasnya, boleh melihat-lihat di grup setelah bergabung dengan BaW, ya, hehehe.

Ini, nih link-nya: BaW Community.

Terima kasih sudah membaca J

Bambang Irwanto tentang dirinya:

Saya Lahir di Makassar. Sejak kecil saya suka sekali membaca cerita anak. Sehingga dengan sendirinya belajar menulis cerita anak.

Dongeng pertama saya berjudul “Soja” akhirnya dimuat di kumpulan dongeng Bobo 2004. Setelah itu cerpen dan dongeng saya dimuat di Majalah Bobo, Soca, Girls, Mombi, Kompas Anak Minggu, kumpulan cerpen dan kumpulan Dongeng Bobo. Selain menulis cerita anak, saya juga suka menulis cerpen remaja, dan masih berjuang menulis cerpen dewasa. Beberapa cerpen remaja saya pernah dimuat di Majalah Anita Cemerlang, majalah Gadis (percikan), dan majalah Story.

Saya juga sudah menulis buku. Walau masih bisa dihitung dengan jari. Selanjutnya, saya masih proses menulis buku anak baru. Sampai sekarang, saya masih terus semangat menulis. Saya juga membuka kelas menulis cerita anak. Namanya kelas Kurcaci Pos. Kemudian lulusan sekolah kurcaci Pos masuk ke Rumah Jamur Kurcaci, agar para kurcacies terus semangat menulis. Saya juga mendirikan website Rumah Jamur Kurcaci. Jangan lupa untuk mampir, ya.

Facebook : https://www.facebook.com/bambang.irwanto.52
Twitter : @Bambangirwant12
Instagram : @bambang_irwanto12
email : irwantoripto76@gmail.com

bambang_irwanto75@yahoo.com

4 comments:

  1. Makasih ilmunya mba :) pengen nyobain bikin dan kirim ke Bobo tapi takut hehehe

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas undangannya BAW.
    Semoga sharingnya bermanfaat.
    Salam semangat menulis.

    ReplyDelete
  3. Menulis cerita anak lalu kita mengingat masa kanak2

    ReplyDelete
  4. hrs lbih banyak bljar lagi ni pada ahli nya untuk mnjadi seorang penulis :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)