Showing posts with label Naqiyyah Syam. Show all posts
Showing posts with label Naqiyyah Syam. Show all posts

Tuesday, May 27, 2014

Menjadi Penanggungjawab (PJ) Antologi Kisah Inspiratif

Naqiyyah Syam

Oleh: Naqiyyah Syam

Hello teman-teman BAW-ers. Jumpa lagi di materi kisah inspiratif. Nah, kali ini saya mau berbagi pengalaman menjadi penangungjawab (pj) antologi kisah inspiratif. 

Pengalaman saya selama ini beberapa antologi yang dimemulai dari nol alias mencari ide sendiri plus penerbit sendiri. Semua diawali dari ide pj antologi. Bagaimana tahapan-tahapan menjadi pj antologi? Beberapa tips berikut :

Friday, July 5, 2013

Rahasia Penulis Bisa Kaya dari Ali Muakhir

 Oleh: Naqiyyah Syam

Naqiyyah Syam
Mas Ali Muakhir atau biasa disebut Alee mempunyai jam menulis setiap hari pukul 00.00 WIB sampai subuh. Jika anak-anak bangun, maka menulis dihentikan. Ini demi menghargai anak dan tugas sebagai Ayah (aduuh yang ini aku masih kedodoran, suka ngetik kalo ngejar DL walau saat bersama  anak-anak).

Monday, March 11, 2013

Naqiyyah Syam

Naqiyyah Syam adalah nama pena dari Sri Rahayu atau akrabnya Yayuk. Lahir di Jambi, 17 Juli 1980. Istri dari Ahmad Suryanto, S.T.P. Ibu dari dua putra Ismail Ahmad Al Farisi dan Rizqi Ahmad Al Fatih. Lulusan S1 Kehutanan Universitas Bengkulu (UNIB) ini mulai aktif menulis sejak kuliah. Tulisannya berupa reportase banyak dimuat di Media UNIB atau Warta UNIB dalam harian pertama dan terbesar di Bengkulu, Rakyat Bengkulu (RB).

Beberapa cerpennya dimuat di Majalah Sabili, Permata, Rakyat Bengkulu, Lampung Post, Majalah Story, dan lainnya. Sudah menerbitkan 30 buku antologi, seperti Ketika Nyamuk Bicara (Zikrul Hakim, 2004), Jendela Cinta (GIP, 2005), Uda Ganteng No 13 (GIP, 2006), Persembahan Cinta (Jendela, 2008), Menulis Tradisi Intelektual Muslim (Youth Publishing, 2010), Cinta Monyet Never Forget (Leutika, 2010), Berjuanglah Bunda Tak sendiri, (Elex Media, 2011), Let’s Enjoy The School (Gurita, 2012), Gado-gado Poligami (2012), Mengapa Harus Valentine? (Indie Publishing, 2012), Merajut Cinta Lansia (Jendela, 2012), Perempuan Langit ( Soega Publishing, 2013), dll. 

Thursday, January 24, 2013

Contoh Cerpen Keanekaragaman



Assalaamu'alaikum, ikutan posting cerpen ya, pernah dimuat di Majalah Gizone, berusaha menulis cerpen bertema lokalitas, mohon kritik dan sarannya ya, maklum masih belajar menulis cerpen yang baik. Makasih.

Demundang Biniak
Naqiyyah Syam*)

            Dewi Sri (Nyang Serai) murka!
            Begitu berita yang menggemparkan desaku. Semua penduduk saling menyalahkan dan ketakutan. Padi-padi rusak berat dari sawah-sawah yang sudah ditanami. Kian bertambah jumlah kerusakan, betambah pula resah. Panen gagal. Musim paceklik datang. Kini semua petani tertunduk dalam kalut. Satu hal yang menurut mereka segera ditunaikan hanyalah : upacara demundang biniak! Upacara membujuk agar  Dewi Sri atau Nyang Serai tak murka lagi.
            “Kita harus cepat mengadakan upacara itu Pak RT, kalau tidak kita pasti kena kutukan!”
            “Iya, saya dan keluarga sudah tak tahan dengan kondisi seperti ini. Kami butuh uang dan makanan.”
            “Kita harus membujuk kemurkaan Dewi Sri dengan upacara!”
            “Pokoknya Pak RT harus segera bertindak!”
            “Setuju?”
            “Setujuuu….”