Oleh: Wuri Nugraeni
Awalnya bingung mau sharing apa hari ini, tapi karena saya nyaman dengan naskah komedi, walaupun pengalaman saya masih kayak kolam renang balita, cetek (kecil-pen), ya sud, mau sharing bagaimana proses saya menulis naskah komedi. Lha daripada digetok bu admin aka mba Shabrina #piss.
1. Enjoy dengan buku komedi
Dari kecil saya suka baca Lupus, mungkin terhipnotis tulisan Hilman, jadi sampai sekarang lebih menikmati buku-buku gokil. Nah, buku-buku itu bisa jadi bahan referensi. Apalagi sekarang ada bukunya Raditya Dika, Ferdirifa, Dewi Rieka, dll. Jujur, saya paling anti membaca genre fantasi, semua heboh denan Twilight, saya malah enggak tertarik sama sekali, kecuali sama si Robert Pattinson sih, eh.