Showing posts with label Diary Day. Show all posts
Showing posts with label Diary Day. Show all posts

Tuesday, May 27, 2014

Menjadi Penanggungjawab (PJ) Antologi Kisah Inspiratif

Naqiyyah Syam

Oleh: Naqiyyah Syam

Hello teman-teman BAW-ers. Jumpa lagi di materi kisah inspiratif. Nah, kali ini saya mau berbagi pengalaman menjadi penangungjawab (pj) antologi kisah inspiratif. 

Pengalaman saya selama ini beberapa antologi yang dimemulai dari nol alias mencari ide sendiri plus penerbit sendiri. Semua diawali dari ide pj antologi. Bagaimana tahapan-tahapan menjadi pj antologi? Beberapa tips berikut :

Friday, April 25, 2014

Bagaimana Cara Agar Diarymu Bisa Menjadi Harta Karun Tulisanmu?*

Oleh : Ade Anita

Masih ingat tulisan saya bahwa sebuah diary bisa menjadi sebuah kotak harta karun untuk sebuah tulisan? Nah, berikut ini ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh teman kita Riani Desinastiti. Simak bareng-bareng yuk pertanyaannya:

Diary day
Tersandung Kaki Sendiri Ini sebenarnya kejadian berulang yang saya alami. Bukan sekali dua kali, tapi beberapa kali. Bahkan berpotensi menjadi bahaya laten. Buat saya sendiri tentunya. Tersandung kaki sendiri di sini bukan secara harfiah (walau pernah juga mempermalukan diri sendiri dengan cara ini di tempat umum). Saya sering tersandung kaki sendiri saat menulis cerita. Selalu ada peristiwa tertentu yang menggerakkan saya untuk menulis. Dan biasanya peristiwa itu ‘jleb’ banget di hati. 

Saya rasa semua penulis juga begitu, karena pada fasarnya cerita fiksi mendasarkan diri pada sekumpulan fakta yang dialami penulis, langsung atautidak langsung. Hanya saja, mungkin, penulis lain sudah lebih dulu menemukan cara melangkah yang rapi sementara saya masih serampangan (jadinya keserimpet sendiri deh, hehehe). 

Jelasnya begini: saya sering terbawa oleh perasaan sendiri. Tenggelam menjadi si tokoh, dan sulit menjaga jarak dengan jalan cerita. Nggak membahayakan siapa-siapa sih, memang. Tapi membuat alur atau penggambaran karakter jadi nggak jelas. Pilihan diksinya bisa menjadi lebay atau terlalu datar dan nggak fokus. Benar nggak sih? Sepertinya iya. 

Saturday, November 16, 2013

[Diary Day] Ketika Hati Bertanya: Saya Berbakat Nulis, Gak?

Oleh: Afin Yulia

Menyenangkan bukan berada dalam satu komunitas yang punya hobi sama, sharing ilmu dan pengalaman seperti disini? Tetapi bagaimana jika setelah sekian lama anda merasa berjalan di situ-situ saja? Nggak beranjak ke mana-mana? Seperti teman-teman lainnya? Apakah itu membuat anda semua bertanya, ”Saya berbakat nulis enggak sih?”

Nah, nah, nah...sudah mulai mikir kayak begitu kan. Stop. Stop... Hooop!

Monday, November 4, 2013

[Diary Day] Ketika Umur Semakin Berkurang


Oleh: Mardiyah Na

Pada 4 November 1991 silam lahirlah seorang bayi berjenis kelamin perempuan. Yang kini menjelma menjadi (halah) gadis rupawan (pede) berumur 22 tahun. Tepatnya sih 4 November 2013, pukul 00:01 wita. Yup! Hari ini.

Saturday, October 19, 2013

[Diary Day] Bukan Lajang Terakhir


Oleh:  Nur Aliah Saparida

“Kamu kapan nikah?” “Kapan Nyusul?” “Jangan pilah pilih ntar jadi perawan tua!”.Setahun yang lalu saat mendengar komentar seperti ini bener bener bikin emosi. Entah apakah mereka perhatian atau hanya sekedar nyinyir karena kesendirianku.  Kalau sudah seperti itu rasanya malas sekali bila harus bertemu dengan keluarga besar. Rasanya jadi merasa tertekan dan merasa bahwa saya ini gadis lajang terakhir yang ada dimuka bumi ini. Yeah,walaupun memang di keluarga besar tinggal aku seorang yang menurut mereka “betah sendiri”

Tuesday, October 15, 2013

[Diary Day] Marah Itu Melelahkan



Oleh: Esti Sulistiyawan

Pekerjaan mengharuskan saya bekerja dalam tim. Biasanya terdiri dari 4-5 orang. Dan dalam kurun waktu 3-5 hari. Kemudian untuk pekerjaan berikutnya, kami akan berganti tim lagi. Istilahnya panitia kegiatan. Sedangkan untuk memilih personil dari panitia adalah tugas bagian kepegawaian. Karena kita tidak bisa minta satu tim dengan siapa, kita cuma bisa pasrah aja bakal ditaruh di tim mana. Oleh karena itu kemungkinan kita satu tim dengan orang yang malas, suka mengeluh, tidak bisa bekerja, dan lain-lain pasti ada. Kegiatan pun tidak melulu di kantor, terkadang saya harus bekerja berpindah-pindah dari hotel satu ke hotel lain.

Sunday, July 21, 2013

[Diary Day] Menepati Janji

3 Ramadhan 1434 H

MENEPATI JANJI

Yup. Satu agenda dari rerentetan agenda hari ini. Janji yang ku tunggu-tunggu sejak dua hari lalu akhirnya terjadi juga. Bukankah salah satu ciri orang munafiq adalah jika berjanji tidak menepatinya. Nah, aku tidak ingin divonis sebagai orang munafiq. So, bagaimana caranya harus bisa menepati janji ini.

Demi sebuah perubahan besar yang telah ku janjikan beberapa waktu lalu. Sebuah tugas yang teramat besar beban yang tertanggung di pundak. Apapun caranya harus segera diusahakan.

Tuesday, July 9, 2013

[Diary Day] Inisial W

INISIAL W (versi asli, belum diedit pihak Femina ya)
Oleh: Wuri Nugraeni
 Dimuat di Majalah Femina, April 2013

            Inisial nama saya adalah “W” dari Wuri Nugraeni, atau huruf keempat dari belakang menurut alphabet. Nama yang membuat saya acapkali mendapatkan nomor urut 40an ketika di bangku sekolah. Nama saya pun kerap kali tertera di bagian bawah dalam absensi kelas.
            Nomor urut di bagian akhir memang tidak berdampak secara signifikan, saya bebas duduk dimana saja. Biasanya saya memilih bangku bagian belakang, agar jauh dari meja guru, hehehe, jangan ditiru ya. Tetapi, masih ada sisi negatif ketika terlahir dengan nama berinisial “W” tersebut.

Sunday, July 7, 2013

Rendang Uda Wan

 Oleh: Irhayati Harun
Dimuat di Rubrik Pelangi, Majalah Paras, Juni 2003

Irhayati Harun
Sebagai cucu pertama, nenek  selalu memperlakukan Uda Wan dengan istimewa. Gimana enggak! Sedari kecil bila Uda mau Makan, nenek selalu menghidangkan rendang. Bahkan kerap nenek menyimpan rapat rendang kesukaan Uda  agar tak dimakan oleh adik-adiknya. Tak heran setelah Uda  menikah pun  rendang harus tersedia di atas meja. Celakanya lagi istri Uda yang berasal dari suku Jawa, tidak mahir memasak rendang. Tapi demi memenuhi selera suami tercinta, istrinya rela berburu resep rendang kemana pun juga. Bahkan dengan sabar istrinya menimbang setiap bahan agar jangan sampai kelewat 1 gram pun dari ukuran yang tertulis di buku resep. Hasilnya? Tadaaaa...!!!

[Diary Day] Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya


Alhamdulillah, berkat ilmu dari BAW dan doa teman-teman di sini, tulisan saya muncul di rubrik Renungan Paras. Mbak Iir yang ngasih beritanya, :-)

Oh iya, sebenarnya saya mengirimkan ini untuk Rubrik Pelangi, tapi dimasukkan ke Rubrik Renungan oleh Paras. Kalau teman-teman punya kisah yang menginspirasi, kirim ke Paras oke juga, tuh. Lumayan, dapat baju dan kerudung cantik, :-) *kedip-kedip

Tulisan Mba Ary ini dimuat di Majalah Paras (Juni 2003)

Friday, June 7, 2013

[DIARY DAY] Oleh-Oleh dari 40 Tahun Karya Pipiet Senja di TIM Jakarta

Bertahan dengan karya. Menulis sebagai terapi"

Entah karena batas ambang toleransi terhadap sakit yang sudah di atas rata-rata manusia atau karena sang makhluk bernama sakit itu sendiri yang sudah bingung cara mencederai jiwa yang terus melangkah meski perih meraja ?