Wednesday, July 23, 2014

BAW Goes to School SMK Wali Songo 2, Depok


Oleh: Vina Maysari

Buku adalah jendela dunia. Melalui sebuah buku kita bisa mengetahui duni bahkan pergi ke bulan dan juga Planet Mars tanpa harus menginjakkan kaki disana, tanpa harus mengeluarkan jutaan rupiah. Penulis takkan pernah berarti tanpa pembacanya. Sebuah buku yang bagus takkan pernah berarti bila orang tak pernah tau apa isinya. Dan karena itulah BAW GTS ada.

Suasana Ramadhan yang syahdu tak juga menyurutkan langkah kaki para pejuang pena untuk menyebarkan benih-benih semangat menulis dan juga membaca kepada para generasi muda. Kali ini BAW GTS menjejakkan kakinya di SMK Walisongo 2 Depok, tempat saya mengabdikan sebagian hidup dan waktu. Kurang lebih seratus tiga puluh siswa dan siswi yang tergabung dari kelas X, XI dan XII telah menanti kehadiran para narasumber yang siap membagi ilmu dan cerita.

Kegiatan yang dimulai pukul Sembilan pagi ini diawali dengan pembukaan dari pembawa acara dan sambutan dari Pembina OSIS. Sekolah mengucapkan terima kasih atas kesediaan para pembicara yang berasal dari komunitas Penulis Be A Writer dalam berbagi ilmu dengan seluruh siswa-siswi yang hadir. Sekolah berharap agar kegiatan ini dapat memberikan hal positif di masa yang akan datang dan menumbuhkan minat membaca serta menulis siswa-siswi. 

Viana Wahyu memberikan salam perkenalan sebagai perwakilan dari Komunitas Penulis BAW sembari mempromosikan buku-buku penulis BAW, khususnya buku antologi BAW terbaru, Bukan Pangeran Kodok, Once Ramadhan dan Serunya Ramadhan di Luar Negeri. Selanjutnya ialah materi “Yuk Kita Move On” yang disampaikan oleh Elita Duatnova, pakar Move On (wew..!). Dengan gayanya yang khas, mba Elita mampu membetot perhatian peserta. Terbukti pada sesi tanya jawab, lebih dari sepuluh orang peserta ingin mengajukan pertanyaan. Sayangnya karena keterbatasan waktu, hanya empat pertanyaan saja yang dapat diajukan pada sesi ini. Pada sesi ini peserta menumpahkan kegalauan dan mencari jawab atas gundah yang singgah di hati mereka. Barangkali dalam hati mereka berkata, “Mba El, kaulah pahlawanku…”

Sesi selanjutnya diisi oleh Wawat Smart yang menyampaikan materi motivasi menulis dengan mengambil ide tema “Mengolah Diary menjadi Harta Karun” milik mba Ade Anita. ( Berhubung mba Leyla mendadak tidak bisa hadir sehingga pemateri dadakan tidak sempat membuat materi dan slide presentasi). But the show must goes on, Wawat menyampaikan materi dengan cukup lugas. Dua penanya diberikan kesempatan untuk menggali informasi seputar kepenulisan. Saepullah, selain sebagai juru kamera juga mengisi games untuk peserta. Games kali ini peserta diminta menuliskan diary tentang kegiatannya selama tiga hari terakhir sebanyak setengah halaman buku dengan waktu sepuluh menit. Pilihan juri jatuh pada dua tulisan. Sembari menunggu para juri menilai 130 tulisan, Saya (Nda Syahdu aka. Vina Sjarif) menyampaikan cara mengikuti kuis antologi BAW, Bukan Pangeran Kodok dan juga mempromosikan buku-buku BAW.
Akhirnya sampailah pada puncak acara yaitu pembagian hadiah berupa buku Ping, Bukan Pangeran Kodok, Biru, Rumah 1000 Dongeng dan Once Ramadhan kepada 2 penanya terbaik dan 2 tulisan terbaik. Sebuah buku lagi diberikan kepada siswa dengan testimoni terfavorit. Sebelumnya, lima siswa maju ke depan untuk memberikan testimony mengenai kegiatan BAW GTS ini. Acara ditutup dengan salam dan ucapan terima kasih. Sekolah memberikan tanda mata berupa rangkaian bunga buatan siswa dan juga kue lebaran dari sponsor (hehe). Selain berfoto bersama ada juga book signing dari buku yang dibagikan sebagai hadiah.
Nampaknya seluruh peserta antusias dalam mengikuti kegiatan ini, kelihatan kan muka-muka ceria nan bersemangat pada seluruh dokumentasi foto yang ada?
Terima kasih ya BAW n crew See you soon on next BAW GTS..














3 comments:

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)