Thursday, June 27, 2013

{Cerpen] Tanduk Rusa

Oleh: Shabrina WS

Aku ini tidak suka tertawa. Tapi hari ini aku terpingkal-pingkal. Perutku sampai sakit dan beberapa makanan terjatuh dari mulutku. Apakah dunia ini sudah sedemikian tua sehingga banyak  yang pikun penghuninya?



Awalnya kukira ini hanya lelucon saja. Aku sedang melompat ke dahan melengkung saat kudengar suara gaduh para kambing. Mereka sedang berembug bagaimana caranya membawa tanduk rusa.

Lagi, lagi, aku tak bisa menahan tawa. Tentu saja karena bagiku itu adalah dagelan yang tak ada duanya.

Namun ternyata, semua tidak berhenti sampai di situ saja.
“Kita harus membeli tanduk rusa! Bagaimanapun caranya!”
Begitulah yang aku dengar selanjutnya.

Kemudian kambing-kambing itu menjual lembah, pohon, rumput, sungai, demi mendapat sebuah tanduk rusa.

Kini, setiap hari aku selalu melihat segerombolan kambing dengan tulang-tulang menojol dan bulu-bulu yang rontok. Mereka hanya bisa berjalan, dan berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain, karena tak memiliki tempatuntuk tinggal.

Gunung, lembah, ngarai, sungai. Semua bukan milik mereka lagi. Yang mereka miliki saat ini, hanya sepotong tanduk rusa busuk dan bau, yang mereka rebutkan setiap hari.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)