Tuesday, November 11, 2014

Blog Tour Gerbang Trinil : Hari Kedua

 Oleh : Hairi Yanti

Hai.. Hai.. Bertemu lagi dalam rangkaian acara blog tour novel terbaru Kak Riawani Elita dan Kak Syila Fathar di hari kedua. Hari pertama bisa dilihat di sini. Kali ini saya mau kasih lihat cover depan dan belakang juga bagian isi dari Gerbang Trinil. Cekidoot. 

Cover Depan
Cover depan Gerbang Trinil didominasi warna biru. Ada gambar Pithe dan di dalam tubuh Pithe ada gambar seorang gadis yang melewati sebuah gerbang. Kalau sudah baca Gerbang Trinil pasti tau apa maksud melewati gerbang tersebut.

Cover Belakang


Gambar di atas adalah penampakan cover belakang Gerbang Trinil. Ada sinopsis singkat tentang Gerbang Trinil di cover belakang ini.

Ia datang untuk mengungkap masa lalu
Areta bukanlah gadis biasa. Ia terobsesi pada fosil manusia purba Pithecanthropus erectus hingga suatu hari ia menemukan dugaan bahwa manusia purba itu belum punah.
Hanya untuk menemukan….
Penyelidikan Areta membawanya ke Trinil, Jawa Timur. Ia berusaha mencari kebenaran dan mengungkap rahasia yang disimpan neneknya. Namun rasa ingin tahunya justru membawanya pada petualangan yang paling berbahaya.
Bahwa mereka datang untuk menghancurkan masa depan.
Bangsa Pithe bukan hanya kembali ke bumi. Mereka datang dengan misi untuk menguasai bumi dan menciptakan generasi baru di bumi, meski untuk itu manusia harus tersingkir dan punah. 
Areta tak punya pilihan lain kecuali berjuang mati-matian. Karena sekarang, ini bukan hanya tentang nyawanya. 
Ini tentang masa depan planet bumi.

Lembar Kedua Gerbang Trinil
 Pada lembar kedua ketika membuka Gerbang Trinil ada kutipan dari film Marry Him If You Dare yaitu :
Kita tidak bisa mengubah masa lalu untuk memperbaiki masa depan. Tapi kita selalu punya masa kini untuk mengubah aba pun.


Halaman 2
 Ini adalah halaman 2 dari Gerbang Trinil. Ada disebutkan orang dengan kening lebar adalah pertanda orang yang pintar. Sama seperti Areta, saya pun refleks meraba kening sendiri. Apa setelah membaca ini kamu juga meraba kening kamu? :D

Halaman lain dari Gerbang Trinil
 
 Halaman di atas adalah saat Areta pertama kali ke Museum Trinil. Dia berkenalan dengan seseorang bernama Reza. Saya suka dengan pilihan kata yang ada pada adegan ini, seperti 'jantung Areta bersenandung ribut' dan juga 'debar jantung ini sungguh tak pantas, hanya oleh pertemuan dan jabat tangan pertama.'
Halaman lainnya
 Halaman di atas adalah halaman yang bikin saya merinding tapi penasaran. Ada apa di atas dudukan kursi dengan bunga mawar yang menggunung di atasnya? 

"Kau harus menjadi ratu agar kami tidak punah," suara ratu terdengar lirih. Mengapa Areta yang terpilih menjadi ratu? Simak kisah selengkapnya di Gerbang Trinil.



Sila ditonton juga Book Trailer Gerbang Trinil. Dan sampai jumpa di blog tour hari ketiga :D







13 comments:

  1. kereen book trailernya..
    itu dibikinin penerbitnya ya..?

    ReplyDelete
  2. Wee, sampai di screenshot segala mbak Yanti :D, tengkyu tengkyu

    ReplyDelete
  3. Aku gak perlu meraba kening, udah tahu klo lebar haha

    Wow diksinya mantap surantap dan walo gak terobsesi seperti Areta, tapi saya penasaran banget sama namanya manusia purba, sayang sekali mau ke museum sangiran gak jadi terus :(

    ReplyDelete
  4. Covernya bagus jadi ingat pelajaran sejarah waktu smp soal manusia purba.deskripsi tokoh aretanya juga bagus kebayang cewek manis dengan kening lebar

    ReplyDelete
  5. Diksinya menarik, unik. Saya suka bagian, "jantung Areta bersenandung ribut." :D
    Saya pernah baca novel yang mendeskripsikan jantung serupa ini, "jantungku melompat-lompat seperti kelinci." Hihi.. menciptakan analogi baru.

    Dan yang paling bikin jatuh hati pada pandangan pertama jelas cover-nya yang biru ituu.. :D

    Saya biasanya sih kurang suka dengan cerita bernuansa alien, seperti film-film Hollywood, tapi eh yang ini Indonesia banget. Bisa menjadi pengecualian :D

    ReplyDelete
  6. Sci-fi yang Indonesia banget! Interesting :D

    ReplyDelete
  7. Bikin penasaran.. Kayak film2 holywood. Hehe. Tapi tetep punys ciri khas Indonesianya..
    Salut sama kedua penulis..

    ReplyDelete
  8. Koreksi dikit boleh ya? Marry Him If You Dare itu bukan film, melainkan drama series. Beda, hehehe. Soal jidat saya, ndak usah saya raba lagi kok karena sayabtahu banget jidat saya ini biasa saja, ndak lebar juga ndak sempit, ndak maju juga kayak lohan, haha. Lalu apa itu artinya otak saya biasa-biasa saja ya? Wah, kalah dong saya sama JuPe & Zaskia Gotix, hihihi~ ._.v

    Pemilihan kata-katanya cantik dan rapi. Lembut dicerna meski ini novel sci-fic. Kemudian sampai ke bagian bunga mawar itu justru terkesan...sexy hihihi. Apakah ada kisah cinta yang tersemat di novel ini antara Areta dan salah satu bangsa pithe mungkin? Nah kan jadi penasaran! >,<

    Eh, tapi kok di book trailer-nya ada gambar UFO ya? Ada unsur aliennya gitu? Bertemankah si manusia purba dengan bangsa alien sejak dahulu kala? Mengapa bangsa pithe disebut makhluk asing? Kan mereka itu manusia juga toh? Tuh, belum apa-apa saya sudah mengkhayal sendiri jalan ceritanya bagaimana, hohoho.

    Kalo ini beneran oke, saya bakal dukung banget deh buat dijadiin film. Mumpung setting-nya ada di Jawa Timur kan ya. Semoga ada yang lirik hehe. Aamiin. :)

    ReplyDelete
  9. covernya keren.
    mengingatkan saya dengan sosok tokoh di fim predator

    ReplyDelete
  10. Pemilihan katanya kece nih. Apalagi duet sama Riawani Elyta. Jadi tambah penasaran banget apalagi ternyata dia ambil sisi sejarah perkembangan fosil yak? Interesting nih. Kyknya Indo banget :D

    ReplyDelete
  11. Serius covernya kece abis terus jadi penasaran ini tentang apa sih soalnya kalo diliat dari cover depan kayak ada gambar manusia purba ya tapi ada ufo-ufo gitu juga? Liat gambar beberapa bocoran halaman novel makin penasaran.
    Oh ya boleh koreksi juga gak? Kayak kak Aya Murning kalo setau aku emang Marry Him If You Dare setau aku itu drama korea apa ada kali ya film judulnya itu cuma aku gak tau hehe, oh ya satu lagi kak yang di cover belakang itu namanya blurb bukan sinopsis emang kita selama ini suka banyak yang salah kira:)

    ReplyDelete
  12. Covernya keren. Warnanya kesukaan saya, biru. Apalagi ide dari novel ini juga masih langka yaitu dengan mengeksplor sejarah Indonesia tentang penemuan fosil manusia purba Pithecanthropus erectus. Salut banget sama penulisnya.

    ReplyDelete
  13. Cuplikan halamannya bikin makin ngiler aja. Diksinya keren. Deskripsinya juga ngalir banget. Mantap. Gak Kebayang gimana cara kak riawani dan kak syila berduet. Wah!
    Topik yang diambil juga keren. Ya, untuk menuliskan si 'pithe' saja butuh riset ini itu. Ya kan, kak? Proud of you kak((': Novel sci-fi keren yang lahir dari tangan tangan anak ibu pertiwi! Salutt!!
    Cover? Keren banget! Ilustrasi isinya keren! Ada Siluet pithe, areta, gerbang, pohon, ufo! Makin penasaran aja gimana kakak menghadirkan memori waktu lampau! Dan ufo? Oke, saya masih dihantui rasa penasaran. Benar-benar gak bisa ditebak jalan ceritanya! Keren!
    Saya menangkap satu yang lebih, apa biru di covernya bukan hanya sekadar biru biasa? Adakah maknanya?

    As- @alfianiftri_

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)