Thursday, October 24, 2013

Author of The Month: Ade Anita


Oleh: Hairi Yanti

BaW punya program baru bulan ini yaitu pemilihan Author of The Month. Author of the Month dipilih berdasarkan prestasi dalam bidang menulis, namanya juga Be A Writer ya, nggak jauh-jauh deh dari dunia menulis.

Dan untuk Author of the Month perdana di BaW bulan ini adalah Mbak Ade Anita. Beliau baru merilis novel perdana yang berjudul Yang Tersimpan di Sudut Hati terbitan Quanta (Imprint Elex Media Kompetindo). Yuk, simak hasil kita kepoin Mbak Ade Anita.


Assalamualaikum, Mbak Ade. Senang bisa berbincang dengan Mbak Ade. Oya, selamat ya atas terbitnya novel Mbak Ade yang berjudul "Yang Tersimpan di Sudut Hati." Jadi, kita mau tanya-tanya seputar novel itu dan tentang menulis juga.

Tanya: Apa motivasi terbesar Mbak Ade menjadi penulis? Kok bisa gitu akhirnya jadi penulis?

 Motivasinya apa ya? Aku emang suka nulis sejak kecil. Suka baca sih awalnya, tapi terus suka gak puas dengan alur cerita pilihan penulis dari buku yang aku baca, jadi aku suka bikin tulisan yang ceritanya sama tapi alurnya suka-suka aku. Pokoknya alurnya aku belokin sesuai dengan kemauan aku.
Makanya sejak SMA kelas 1, pas ada pelajaran Bimbingan Penyuluhan terus pas diminta ngasi jawaban "kira-kira apa yang akan terjadi dalam kehidupanmu 15 tahun lagi?" aku ngisi gini: "saya pingin bisa masang foto saya dengan novel yang saya karang sendiri.".. hahahaha. Tahu nggak, ternyata 18 tahun kemudian, aku beneran bisa foto dengan buku kumcer pertama yang aku tulis berdua dengan suamiku kala itu (tahun 2004). Ya meleset 3 tahun dari khayalan anak SMA emang. Tapi lumayanlah.
Kalau kenapa bisa jadi penulis, ya, emang takdir kayaknya. Soalnya dulu pingin jadi yang lain, tapi terus nikah muda, terus ternyata punya suami yang hobbi sekolah di luar negeri jadi ikut suami. Mana bisa ngelamar kerja. Jadi, menulis adalah kegiatan yang aku pilih untuk mengisi waktu senggang sambil nemenin suami belajar dan membesarkan anak-anak kami (prikitiw).

Tanya: Seandainya Mbak Ade gak jadi penulis, pengennya jadi apa?

Aku pinginnya jadi fashion designer karena aku hobi banget sama yang namanya gambar baju, sepatu, perhiasan, merhatiin perkembangan mode, nonton acara fashion show, menghayal bikin baju yang bisa dipakai para model di catwalk, cutting bahan jadi baju, menjahitnya, dan belanja keperluan fashion.
Tapi aku juga pingin bisa jadi arsitek. Karena aku hobbi banget gambar rumah, mikirin pembagian ruangan dalam rumah itu apa aja, mikirin tata letak barang-barangnya, warna lantainya apa, bentuk pintunya gimana, menata tamannya gimana.

Tanya: Ada target khusus nggak sih buat nulis setiap harinya? Misal berapa jam sehari atau berapa halaman per hari?

Dulu iya. Tapi sekarang udah nggak pernah kecuali jika memang sudah ada deadline yang ketat. Aku nggak mau nulis dengan target karena bikin menulis gak terasa nikmat lagi. Sebenarnya paling nggak suka akunya menulis karena sesuatu, pinginnya sih menulis karena aku suka nulis itu, tapi kan sekarang suka susah menerapkan itu jadi aku gak mau maksain diri aja sekarang mah.

Tanya: Banyak sekali para penulis yang ingin menulis tapi tulisannya stuck di tengah perjalanan. Kalau Mbak Ade pernah nggak mengalami hal seperti itu? Dan bagaimana Mbak Ade mengatasinya supaya idenya muncul lagi?

Hmm.... makanya jangan menulis Cuma satu tema saja. Aku terbiasa menulis beberapa tema sekaligus. Jadi, kalau yang satu mentok dan ketemu block writer, aku beralih ke tema yang lain. Nanti juga ketemu sendiri enaknya nerusinnya gimana yang kemarin mentok-ide itu.  Kalau semua tema yang aku pegang ternyata mentok-ide, aku biasanya main game.
Main game itu berguna agar kita tidak terlalu larut dengan tema yang sedang kita garap. Jadi ada jarak antara diri kita dengan  tokoh-tokoh di cerita yang kita tulis. Jadi tulisannya bisa objektif. Dengan begitu kita bisa ketemu dimana letak kelemahan dan kekurangan tulisan kita. Biasanya kalau sudah ketemu kekurangan dan kelemahannya kita jadi muncul ide fresh lagi deh.

Tanya: Eh, kadang menulis itu bukan karena kehabisan ide ya. Ide bisa banyak tapi nggak mood atau malas gitu nulisnya. Mbak Ade pernah gitu juga nggak sih? Terserang malas dan si moody.

Kayaknya sih nggak pernah. Karena aku emang hobbi nulis. Jadi kalau nggak sempat nulis ya disempatin nulis. Setidaknya nulis status facebook deh (hehehe). Aku selalu mengusahakan untuk menulis itu dengan niat menyebar kebaikan. Jadi, setiap pekan aku selalu muhasabah, "pekan ini aku sudah menyebarkan kebaikan belum ya lewat tulisan?".  Nah, jadi, kalau dalam satu pekan tidak menulis aku sering merasa rugi sendiri. "Wah, masih ada usia gak ya pekan depan buat melakukannya?" Itu bikin semangat menulis selalu berkobar biasanya.

Tanya: Dalam menulis novel atau buku, ada penulis yang harus punya outline lengkap dulu baru menulis secara utuh, tapi ada juga yang tidak. Mbak Ade termasuk penulis yang suka bikin outline dulu atau tidak?

Iya, aku termasuk penulis yang suka bikin outline dulu. Kenapa? Karena biasanya aku nggak pernah nulis Cuma satu tema saja. Tapi ada beberapa tema yang aku pegang sekaligus dalam satu waktu biasanya. Jadi, outline itu amat membantu "to stay on track".
Hanya saja, outline itu tidak kaku sifatnya. Jadi lebih seperti plot besar saja. Dia bisa diubah-ubah karena ada penyesuaian yang sesuai dengan "fakta di lapangan". Tapi garis besar outlinenya biasanya sama.

Tanya: Saya pernah baca ada penulis yang ketika menulis sebuah buku dia punya beberapa buku yang dijadikan referensi. Apa Mbak Ade juga seperti itu? Trus jenis buku yg dibaca saat menulis sesuatu, apa harus sesuai dengan yang akan ditulis?

Iya, aku begitu sepertinya. Karena hobbi menulisku itu terbentuk karena rasa tidak puas pada apa yang aku baca. Nah, sekarang, ternyata ada perkembangan baru. Aku menulis karena merasa puas dan suka dengan apa yang aku baca jadi aku  pingin bisa menulis seperti itu. Jadi, biasanya ada novel yang aku jadiin tandem alias novel pendamping waktu aku nulis.
Nah, bukunya kadang nggak ada hubungannya ama tema yang sedang aku tulis. Tapi, buku tandem itu berguna karena punya "kalimat-kalimat ajaib" yang aku suka dimana kalau aku baca kalimat itu muncul aja ide-ide buat ngembanginnya. Jadi nggak berarti gara-gara baca novel roman jadi nulis roman. Bisa juga gara-gara baca novel roman jadi pingin nulis buku non fiksi.

Tanya: Buku atau bacaan apa yang paling menginpirasi Mbak Ade dan membuat Ade makin semangat berbagi lewat tulisan?

Ada tiga buku yang mungkin gak ada hubungannya tapi setiap kali baca buku ini aku jadi semangat buat nulis dalam rangka menyebar kebaikan. Yaitu buku: Who Moves MY Cheese-nya Spencer Johnson, Taman Orang-Orang Jatuh Cinta, Dan Memendam Rindu-nya Ibnu Qayyim, juga Niat dan Ikhlas-nya Qaradhawy.

Tanya: Buku-buku favorit Mbak Ade apa aja? Kita-kita pengin ngintip.

Banyak. Ada "Survive-nya Nugraha Wastitha, ada Sweet Misfortune-nya Kevin Alan Milne, dan aku juga suka semua tulisannya Sophie Kinsella, sama novel-novel terbitan sekarang (bukan yang dulu) yang ditulis oleh Afifah Afra (hehehe, karena novel Afifah Afra yang dulu nulisnya nggak sedalam sekarang narasinya), suka sama semua novelnya Raditya Dika, suka kumpulan cerpennya Seno Gumira Adidharma, dan macam2 deh. Beragam.
Pendek kata, aku suka novel thriller tapi bukan yang jenis slasher atau gore; suka baca novel roman tapi nggak suka model romannya teenlit; suka novel Islami tapi gak suka kalau gambaran karakter di dalamnya terlalu terlihat hitam putihnya. Tapi pasti suka sama novel yang tidak pernah ngasih jeda buatku untuk mikir itu khayalannya masuk akal atau tidak atau protes dalam hati "ih, maksain." Jadi asli si penulis tuh ngasih suguhan yang bikin aku relaks. Itu novel yang aku sukai.
Kalau buku non fiksi aku suka dengan buku non fiksi yang bikin kita relaks dan tidak sedang digurui, dan buku non fiksi yang informasinya bisa dipertanggung jawabkan (jadi si penulis nyantumin dari mana kutipan itu dia ambil).

Tanya: Pertanyaan selanjutnya tentang novel Yang Tersimpan di Sudut Hati. Apa novel itu karya perdana Mbak Ade yang diterbitkan?

Novel itu karya perdana yang aku nulis sendirian asli. Sebelumnya aku ada kumpulan cerita inspiratif tapi aku bikinnya berdua dengan suamiku, yaitu Cinta Bintang Kejora (2004) dan Selamat Malam Kabutku Sayang (2005) dan sisanya antologi.

Tanya: Saat menulis novel itu apa targetnya supaya diterbitkan? Nah, bagaimana meyakinkan diri sendiri kalau  tema yg kita tulis bakal lolos penerbit? Dan bagaimana mempersiapkan mental seandainya buku kita penjualannya tidak terlalu bagus di pasaran?

Nggak. Dari awal, niat awalnya ngasi target agar novel itu bisa menang lomba penulisan novel (hehehe). Jadi, awalnya aku ikutin di lomba novel Republika, terus kalah. Terus aku edit ulang, lanjut diikut sertakan lagi dalam lomba novel romannya Qanita. Tapi nggak lolos juga sepertinya. Barulah dibiarkan begitu saja. Nunggu lomba novel lain.
Jadi, nggak kepikiran buat nawarin ke penerbit awalnya. Sampai akhirnya aku baca pengumuman dari teman BAW bahwa ada mbak Linda Razad yang sedang mencari novel islami, aku iseng ngirim ke sana. Ternyata jodohnya disitu memang novelku. Alhamdulillah.
Soal mempersiapkan diri jika ternyata tidak terlalu bagus di pasaran, akhirnya muncul sendiri kok kesiapannya. Karena pas novelku muncul, pas banget keluargaku kena musibah jadi aku nggak bisa ngadain give away atau lomba  atau apa gitu dalam rangka promo novel. Ya sudah, bismillah saja. Keluarga lebih utama dalam hal ini. Rezeki tidak akan lari jika memang sudah ditakdirkan untuk menjadi milik kita, tapi merawat keluarga yang sedang sakit tidak bisa ditunda.

Tanya: Bagaimana Mbak Ade menghadapi kritik-kritik terhadap karya-karya Mbak Ade?
Denger, perhatikan, manggut-manggut, bilang terima kasih. Sudah. Itu semua insya Allah bisa jadi masukan untuk masa yang akan datang. Kritik itu berarti mereka sayang dan memperhatikan kita.

Tanya: Nama-nama tokoh di Yang Tersimpan di Sudut Hati terlihat unik, nama-nama yang tak biasa. Ada alasan khusus kenapa memilih nama Solasfiana, Sofyan, Marsya, Pinah dan Isfahan? Dapat ide buat makai nama-nama itu dari mana?

Awalnya, aku bikin cerpennya dulu. Setelah lumayan sukses sambutannya, baru aku bikin plot untuk dijadiin novel. Rencananya sih mau dijadiin trilogi (tapi entahlah deh. Diaamiinkan saja dulu). Nah, nama-namanya aku dapat dari nama-nama teman-teman yang ada di komunitasku, komunitas Myquran.
Ada teman namanya Solasfiana Marshapati. Aku suka dengan namanya, jadi aku ambil saja namanya. Sisanya aku memang sengaja mencari nama yang tidak ada bau jawanya karena memang settingnya mau dibuat di Sumatra. Jadi, aku menghindari nama-nama yang umum beredar di Pulau Jawa pastinya. Aku perhatiin saja nama-nama teman-teman di komunitas Sumatra Selatan yang orang tuanya bukan berasal dari Transmigrasi alias orang Jawa. Muncul deh nama-nama itu.

Tanya: Karakter tokohnya sendiri apakah terilhami dari tokoh-tokoh di dunia nyata? Bagian mana di novel itu yang merupakan kisah nyata?

Iya, ini cerita terinspirasi dari kisah nyata. Banyak bagian yang dari novel ini yang merupakan kisah nyata. Seperti waktu keluarganya tinggal di kandang kambing. Aslinya tinggal di kandang ayam. Diusir karena dituduh santet, itu beneran diusir mereka tapi aslinya diusir karena perebutan harta warisan. Adiknya Solasfiana kembar, itu beneran kembar memang aslinya, kembar cewek cowok. Adik cowoknya benaran punya hobbi memahat kayu.

Tanya: Dalam novel diceritakan Solasfiana dikirim paketan baju oleh salah seorang pembaca majalah dari Jakarta bernama Aulia Rahman, nah apakah Aulia Rahman itu plesetan dari fakta sesungguhnya? Siapakah dia dalam dunia nyata?

Waah. Hehehe. Di kisah nyatanya, Aulia Rahman itu aku sendiri (awal aku kenalan dengan sahabat penaku yang jadi tokoh utama di novel ini, yaitu Solasfiana berawal dari surat pembaca di Majalah Ummi memang; tapi di novel ini aku ubah tokoh Aulia Rahman jadi karakter baru untuk memperkaya konflik.

Tanya: Mbak Ade kan gemar nulis panjang. Dan sepertinya kadang- kadang itu tidak efisien untuk sebuah novel. Apa yang Mbak Ade lakukan untuk mengerem kegemaran menulis panjang itu?

Aku ikut group Monday flash fiction. Disana aku belajar menulis flash fiction dimana setiap pekan ada tantangan untuk menulis fiksi dengan batasan jumlah kata atau karakter. Aku sadar banget kegemaranku menulis panjang, makanya berusaha untuk bisa menulis flash fiction.
Selain itu, aku berusaha untuk nulis status di facebook dengan cerita pendek (belon maksimal sih emang pendeknya tapi setidaknya sudah berusaha keras). Rencana ke depannya, aku mau belajar nulis cerita mini di twitter ah, biar bisa maksa diri nulis cerita super mini dengan jumlah karakter 140 saja. Semoga bisa.

Tanya: Apa Yang Tersimpan di Sudut Hati akan ada sekuelnya?

Iya, rencananya ada. Doakan ya semoga selesai.

Tanya: Mbak Ade tergabung dalam komunitas Be A Writer. Menurut Mbak Ade penting nggak sih penulis bergabung di sebuah atau beberapa komunitas? Sekarang Mbak Ade tergabung di komunitas apa saja dan kenapa memilih komunitas itu?

Penting. Menurutku, komunitas itu akan menularkan semangat atau membuka jalan bagi ide yang tidak muncul dalam kepala kita. Selain BAW, aku saat memilih untuk aktif juga di kumpulan emak blogger (karena aku suka ngeblog), juga gabung di group Monday flash fiction (liat pertanyaan sebelumnya untuk alasannya), sisanya Cuma jadi silent reader.

Tanya: Terakhir kasih pesan-pesan dong mbak buat para pembaca di blog BaW.

Pesanku sama seperti pesan yang dikasi guruku waktu aku masih SD (aku pernah datang padanya dan mengatakan bahwa aku tahu cara mencuri di minimarket tanpa ketahuan siapapun ketika guruku menasehati kami di kelas agar tidak mencontek. "bagaimana bapak bisa tahu kami tidak melakukan itu? Sedangkan saya bisa melakukan yang lebih hebat dari sekedar mencontek. Saya bisa mencuri dengan mudah barang-barang di minimarket tanpa ketahuan siapapun.".. hehehe, sok tahu emang akuh dulu.
Tapi jawaban beliau amat berkesan di hatiku hingga sekarang. Begini bunyinya : "orang bodoh tanpa iman di hatinya akan seperti bom motolov jika meledak, dampaknya kecil tapi tetap merugikan. Sedangkan orang pintar tanpa iman di hatinya itu seperti bom atom jika meledak, dampaknya besar dan merugikan banyak orang. Jika ingin berhasil di dunia dan akherat, jadilah pintar dan beriman. Jadi, apapun yang dihasilkan dampaknya selalu besar dan bergema dimana-mana tanpa ada yang dirugikan atau tersakiti. Sebaliknya malah dihargai dan dikenang kebaikannya oleh orang banyak. Ini berlaku pada semua profesi (termasuk jika ingin menjadi penulis). Imbangi kepintaranmu dengan Iman. Dan selalu cari orang yang pintar dan beriman sebagai teman terdekatmu."

Oke, terima kasih Mbak Ade buat waktunya menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Terimakasih juga yang sudah menyimak segmen interview author perdana di blog BaW. Nantikan interview author selanjutnya dengan penulis lainnya. Siapa tahu salah satunya adalah penulis favorit kamu atau kamu sendiri J

Kamu mau buku "Yang Tersimpan di Sudut Hati" dari Ade Anita? Ada 1 buku gratis untuk kamu untuk 1 pemenang. Syaratnya:
  1. Follow blog ini.
  2. Follow twitter @BAWCommunity
  3. Tweet kalimat ini "Saya mau novel #YangTersimpanDiSudutHati karya Ade Anita dari @BAWCommunity" plus link postingan wawancara ini. 
  4. Komen di kolom komentar postingan ini berupa: nama dan akun twitter. 
  5. Ditunggu sampai tanggal 12 November 2013 yaaaa..... 
  6. Ikuti terus program Author of The Month berikutnya dan dapatkan novel-novel terbaru dari para penulis BAW. 


43 comments:

  1. Aq suka jawaban terakhiiiir, makjleb banget, makasih mbak cantik udah berbagi :-)

    ReplyDelete
  2. Aku pengen novelnya mbak ade, jadi aku ikutan wkwkwk namaku Triana Dewi, twitterku @tdewianshory

    ReplyDelete
  3. mantap banget wawancaranya. Fotonya juga keren ;)

    ReplyDelete
  4. Tuti a.k.a Adya Pramudita @adya_story :)

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. pengen beli buku teman teman tapi gak bisa sekaligus, semoga menang dan dapat bukunya. aamiin. makasih mba ade dan mak min author of the monthnya

    ReplyDelete
  7. keren euy pengalaman Mbk Ade. dari nulis panjang jadi ikut kelas FF, subhanallah semangat sekali. Aiih...rahasianya mantap ^_^

    pengen dapat bukunya. Nama : Naqiyyah Syam. Akun twitterku : @Naqiyyah_Syam

    ReplyDelete
  8. Mantep Mbak Ade, sukses selalu ya ^^

    Nama : Titis Ayuningsih - twitter : @titis_blog *nyoba ikutan ah*

    ReplyDelete
  9. seruu wawancaranya..
    Makasiiih Mbak Ade.. udah mau berbagi.. itu pesan pak gurunya, keren banget..
    Makasih jg bwt ibu pewawancara.. moga kelak, jadi author of the month jg yaa bareng akuh sama Mbak TriDi.. *twing twing.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. makanya aku inget banget pesan guruku itu.

      Delete
  10. Dapat ilmu Baru...iman dan pintar. Noted!

    ReplyDelete
  11. Rasanya memang berbeda. Saya punya gambaran sendiri tentang sosok Ade Anita waktu kita sekelas di kelas ! SMA dulu. Anaknya kocak, cuek, berani, ceplas ceplos, pinter (smandel geto lohh) dan bikin kelas rame. Tapi saya memang nggak mengenal lebih jauh untuk tahu hobi menulisnya. Makanya terkaget-kaget waktu ketemu di fb dan baca tulisannya. Keren ih Si Ade! Kok bisa sih dia nulis begitu? Penasaran kenapa Ade terlihat lebih kalem di penampilan, tapi lincah di tulisan. Padahal nggak ada penulis yang "bangun tidur, tiba-tiba mata melotot, jari bergerak, dan lahirlah tulisan mahadahsyat." Penulis nggak ada yang instan. Semua butuh kerja keras. Juga kemauan dan semangat baja (lebay nggak sih?).
    Dengan wawancara ini, saya makin mengerti bagaimana proses itu kudu dilewati. Saya juga lebih mengerti seperti apa sosok Ade Anita. Sedikit banyak paham landasannya menulis, tujuannya, dan ini membuat saya punya tenaga baru untuk melanjutkan 'hobi' yang menyenangkan ini. Selamat, De!
    Saya Riani Desinastiti Siswanto, atau Ina. Twitter saya @inasiswanto
    Dan, yang paling penting, saya pengen banget punya novel pertama Ade Anita! hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. rianiiii.... aih.. kita kan satu kelas dulu... inget nggak waktu apud bacain karanganku di depan kelas waktu guru bahasa indonesia nggak masuk? atau waktu aku ikut kelas bikin resensi-nya kompas di smandel fair karena terpilih akibat karanganku dianggap lumayan... tapi akunya nggak fokus sih waktu itu ya.. xixixi

      Delete
  12. Wow, ternyata Mbak dan Suami kompak yah :D bisa bikin cerpen bareng, saya jg pengen ikutan masuk Grup Ini Mbak, tapi bisa nggak yah? secara waktu yg saya punya masih blom fleksibel

    Aku mau mbak Novelnyaaaaaaa ... :D

    Ini nama dan twitterku ya mbak : Rini Uzegan, @aisyah_sera

    Makasih... :D

    ReplyDelete
  13. keren emang mbak ade.. aq sdh punya bukunya.. silahkan buat yang lain :)

    ReplyDelete
  14. Sukaaaaa deh dengan wawancaranya, tiap baca tulisan Mbak Ade berasa gi denger langsung Mbak Ade ngomong. Pesen gurunya juga kereeeen, ah... banyak banget ilmu dari wawancara ini :)

    ReplyDelete
  15. Ikutan ya mbak..

    Nama : Novia Erwida
    Twitter : @noviaerwida

    ReplyDelete
  16. mbak ade emang keren euy..

    saya ikutan kuisnya ah, kali aja dapet novel mbak ade..

    Nama : Saepullah
    Twitter : @543full

    ReplyDelete
  17. Salam kenal mba ade.ikutan kuisnya ah
    Nama: kanianingsih
    Twitter: @kanianingsih

    ReplyDelete
  18. Dr MFF nyungsep di mari....
    boleh lah novelnyaaa sekalian belajar buat novel islami soalnya aku ada outline cerita islami cuma msh ngedraft aja hihih, msh butuh byk referensi, siapa tahu novel Mak Ade bs jd salah satu referensinya :D

    smoga beruntung...
    Errr, 15 tahun yg lalu, aq blm kepikiran jd penulis hihihi

    Jiah Al Jafara @jiahjava

    ReplyDelete
  19. "Imbangi kepintaranmu dengan Iman. Dan selalu cari orang yang pintar dan beriman sebagai teman terdekatmu."

    aaaa~k quote terakhir ini powerfull banget... makasih yaa mba ade udah berbagi motivasi lewat program author of the month ini ^___^

    Sari Yulianti
    @akuaisemangka

    ReplyDelete
  20. pujiaachmad.blogspot.com10/25/2013 12:08:00 PM

    Subhanalloh...nasehat Guru yang sangat indah. Baru dengar yang seperti itu. Semoga sy bisa mengamalkannya. Pingin niru semangat nulisnya juga. Selamat Mb Ade Geulis.....

    ReplyDelete
  21. suka dengan quote terakhirnya... sukses selalu Mbak Ade, :-)

    ReplyDelete
  22. Waaaah mbak Ade .. inspiratif. Moga2 sudatu saat bisa bertemu mbak Ade ^__^
    Jawaban gurunya itu lho bijak sekali ya wiii ..
    Mogaa laris manis mbak Ade ... novel ini layak untk laris manis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ketinggalan ... saya mau dong novel mbak Ade @Mugniar :)

      Delete
  23. daftar..
    nama : Hanna HM Zwan
    twitter : @hmzwan

    ReplyDelete
    Replies
    1. inspiring banget mbk,selamatttttt...

      Delete
  24. namaku Eni Martini, aku twitku @duniaeni

    ReplyDelete
  25. aku suka yang bagian "hitam putih" itu, soalnya pernah baca-baca novel islami kesannya radikal banget, seperti ngga alamiah gitu, jadinya males....

    ReplyDelete
  26. Serasa jadi peserta nih. Duduk kagum di depan sang moderator dan pematerinya Mba Ade. Wah ... keren2 :) Ilmunya moga nular yah mba.

    nama: Mardiyah
    twitter :@NaNahlatulazhar

    ReplyDelete
  27. selamat buat Mbak Ade anita atas bukunya :)
    aku ikut kuisnya ya..
    nama : sari widiarti
    twitter : @MentionSari

    ReplyDelete
  28. aku penasaraaan dg novelnya :)

    aku ikut kuisnya ya mbak
    nama : Ana Falesthein Tahta Alfina
    twitter : Anafalesthein

    ReplyDelete
  29. mbak ade pasti novelmu keren sekeren dirimu daftar dong ngantri buku nya selain naksir judul bukunya 'yang tersimpan di sudut hati' makjleb dengarnya apalagi nanti saat bacanya yah,:) alasan lainnya karena diriku pengen bannget belajar bagaimana cara bsia nulis panjang kayak mbak ade anita sebab diriku paling lemah nulis panjang dan detil makanya gak kelar2 garap novel heheheh
    nama irhayati harun
    twitter@ iirharun

    ReplyDelete
  30. huwaaaaaaaa selamat ya bunda atas solonya <3

    aku punya kumcer bunda lho yang Selamat Malam Kabutku Sayang (2005), hadiah dari menang lomba nulis :D
    dari situ aku ngeadd bunda xixixixixi

    semoga seterusnya bertelor lagi ya bunda <3 amin ya Allah

    Sukses buat BAWCommunity, terus berlayar ke pulau impian, untuk mewujudkan semua keinginan <3

    Nama : Nyi Penengah Dewanti
    twitt : @NyiPeDe

    ReplyDelete
  31. Waaaahhhh keren semoga bs belajar banyak dari mba Ade Anita
    Nama : Mujahidah Basarang
    Twitter : @peatoduri

    ReplyDelete
  32. terkagum dengan jawaban mba ade atas pertanyaan, jadi apa kira-kira kamu 15 tahun dari sekarang, subhanallah...

    ReplyDelete
  33. The Inspirational Women, thanks mbak Ade aku boleh mengenalmu:)
    Gesang Sari Mawarni
    Twitter : @gesangsari

    ReplyDelete
  34. Baru ngeh belum ninggalin jejak... *maap, maap*

    Ikut kuisnya ah
    @JustNeida yaaa

    ReplyDelete
  35. Nama : Kakaakin
    Twitter : @kakaakin

    Jawaban pertanyaan terakhir dari Mbak Ade nendang banget... :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)