Wednesday, February 19, 2014

Talkshow BAW di MQ 102,5 FM Bandung Bagian 1

Ki-ka: Aida, Leyla, Rini, Nila

Laporan oleh: Rini Bee Aditianingrum



Kalau boleh jujur, bertemu dengan teman-teman BAW di MQFM, Bandung kemarin (Minggu, 16 Februari 2014) adalah salah satu kebahagiaan besar buat saya. Kapan lagi coba saya bisa ketemu dan belajar langsung dari para penulis hebat ini?

Inilah kali pertama saya keluar dari tempat persembunyian dan mati-matian memupuk pede untuk bersua dengan orang-orang hebat ini.



Yang pertama saya jumpai adalah mba Aida MA. Oh ya, mba Aida ini sudah saya kenal sejak masih tergabung di situs perempuan ngerumpi.com. Cuma bedanya mba Aida mengalami perkembangan pesat, saya ya gini-gini aja. Hehehe.....

Dari membaca tulisannya di beberapa tempat, sudah ketebak kalau mba Aida ini tentunya tak hanya cantik tapi juga cerdas serta komunikatif. Dan pastinya punya kepercayaan diri yang besar. Dugaan saya nggak salah, karena dari caranya bicara, berargumen, serta menjawab pertanyaan saat talkshow kemarin terlihat langsung kecerdasannya. 

Yang kedua, mba Leyla Hana. Sebenarnya, kalau dilihat situasinya kebayang deh kalau suasana di rumah mba Leyla dengan 3 jagoan yang aktif kayanya lebih rempong dari saya yang anaknya cuma dua dan perempuan semua. Tapi coba lihat mba Leyla. Semangat nulisnya gak pernah luntur bahkan tanpa tangan dinginnya nggak akan ada komunitas hebat dengan rasa kekeluargaan tinggi bernama BAW kan? Satu lagi perempuan hebat dan keren yang saya jumpai Minggu sore kemarin.

Grogiiii....
Dan yang ketiga, teteh Nila Kaltia. Sebagai sesama anggota BaW yang tinggal di Bandung, kayanya teh Nila lebih sering ikutan di acara BAW. Dan interaksi teh Nila tentunya lebih lancar dari saya. Caranya menjawab pertanyaan pun lancar jaya. Beda banget sama saya di sebelahnya yang demam sofa. Kalau diibaratkan, yang lagi hamil teh Nila, tapi yang mules itu malah saya. 


Jadi kalau ada yang nanya mengapa saya kelihatan merenung duduk di antara mba Leyla dan teh Nila? Itu kayanya itu saya memang sedang mendengar sekaligus merenung. Sebuah renungan yang sekaligus memacu semangat dalam diri saya bahwa mulai sore itu saya harus bisa memompa semangat saya sendiri lebih keras. Malu rasanya duduk bersebelahan dengan anak-anak baw yang hebat dan berprestasi, tapi sayanya paling melempem kan?

Ketika ada sesi tanya - jawab, saya ikut mendengarkan dengan seksama jawaban para mentor hebat kita. Karena sebenarnya pertanyaan itu juga adalah pertanyaan dalam diri saya. Masih terngiang dalam ingatan saya pesan mba Aida. Bahwa menulis itu adalah practice and repetation. Latihan dan pengulangan terus menerus. Jadi jangan banyak alasan! *makjleb*

Kalau kata teh Nila. Menulis itu harus karena hobby. Karena suka. Kalau nggak suka, bakalan bete saat tulisan kita udah beres, harus nunggu acc penerbit, udah acc nunggu antri karya kita untuk diterbitkan. Lamaa.. 


Dan salutnya sama mba Leyla, menulis sudah menjadi pekerjaan baginya. Ada target untuk mendapatkan sekian rupiah dari profesi menulis. Tuh! Gimana saya nggak merenung.. Hehehe *sayanya kapaaan?? :))*

Saya sangat bersyukur bisa bertemu mba Aida, mba Leyla dan teh Nila sore kemarin. Karena banyak hal yang bisa saya pelajari dari ketiganya. Iya, kemarin itu saya ikutan belajar bareng para sahabat MQ yang mendengarkan talkshow ini di rumah. Bedanya, saya bisa duduk berdampingan, dan foto bareng dengan ketiganya. Cuma saya lupa minta tanda tangannya.. 


Mudah-mudahan ke depannya masih ada kesempatan lagi ya untuk bisa kopdar dengan teman-teman baw lainnya supaya saya bisa banyak menimba ilmu dari teman-teman semua.

7 comments:

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)