Showing posts with label Irhayati Harun. Show all posts
Showing posts with label Irhayati Harun. Show all posts

Tuesday, February 24, 2015

[Buku Pilihan Admin] Aku Mencintaimu

Irhayati Harun

   Ayo, siapa yang belum menikah dan pingin menikah? Menikah itu memang nikmat, karena bisa berhubungan secara halal dengan pasangan kekasih. Tapi, kenapa ya mempertahankan pernikahan tak semudah menikahnya? Banyak pasangan muda sampai tua yang menyerah dan memilih bercerai dengan berbagai alasan. Itu mengapa, menikah pun membutuhkan ilmu, salah satunya dengan membaca buku-buku tentang pernikahan. Kali ini, Bundamin mewawancarai Bunda Irhayati Harun, penulis buku yang banyak menulis buku-buku tentang pernikahan. Buku terbarunya adalah "Aku Mencintaimu." 

Saturday, February 21, 2015

Materi Menulis Non Fiksi

Irhayati Harun

Materi Menulis Non Fiksi
(oleh : Irhayati Harun)

Ini oleh-oleh materi yang saya dapatkan di kampusfiksi edisi nonfiksi Divapress bulan Desember kemarin.
 

Sunday, March 23, 2014

Baw Roadshow dan Bedah Buku Bawers (4)

Nah, sekarang kita akan intip sesi tanya jawab ketika bedah novelnya Irhayati Harun: RUMAH MANDE,  ya setelah di sesi berikutnya membahas novel dari Ade Anita. Buat yang belum baca sebelumnya, bisa lihat di tulisan yang dihyperlink ini.


Tuesday, March 18, 2014

BAW Roadshow dan Bedah Buku Bawers (3)

Setelah sebelumnya di tulisan sebelumnya kalian membaca tulisan tentang tanya jawab Bedah Novel YANG TERSIMPAN DI SUDUT HATI yang ditulis oleh Ade Anita, sekarang kita lanjutkan cerita kita yuk.  Yaitu, setelah acara tanya jawab selesai, maka acara berlanjut ke tanya jawab dengan para hadirin di acara Bedah Novel tersebut.


BAW Road Show dan Bedah Buku Bawers (bag.2)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari BAW Road Show dan Bedah Buku Bawers kemarin, tanggal 15 Maret 2014 di TM Bookstore, Depok Town Square (DETOS), Depok. Yaitu ketika salah satu anggota BAW membedah novel terbitan Penerbit Quanta, yaitu Novelnya Ade Anita yang berjudul "Yang Tersimpan di Sudut Hati" dan novel terbitan Elexmedia Komputindo yang ditulis oleh Irhayati Harun, yang berjudul "Rumah Mande".

Monday, March 17, 2014

BAW Road Show dan Bedah Buku BAWers

Oleh : Anik Nuaraeni

Siang itu aku datang sedikit terlambat. Untung acara sepertinya baru dimulai. dibuka oleh mbak Dian. semacam markomnya Elexmedia. Saya yang datang belakangan segera tunjuk tangan saat ada sesi tanya jawab pembuka sebagai pemanasan. dan ternyata langsung di tunjuk mbak Dian sebagai penjawab pertama. Nama penerbit yang menerbitkan kedua buku yang akan dikupas siang itu. Alhamdulillah saya bisa menjawab dengan tepat. lha wong jelas2 terpampang didepan mata gitu banner segedhe gaban kumplit nama penerbitnya di buku raksasa yang nempel di bannernya.

BaWers in Action


Setelah sesi pemanasan, acara mulai di hand over ke mbak Elita Duatnova, sebagai moderator. saya rasa jabatan Humas untuk mbak Elita sangat pas. beliau memoderasi acara dengan sangat asik. 

Monday, January 6, 2014

[Ulasan] Tips Menjadi Penulis Produktif

Aida MA dan buku terbaru.
Selamat Tahun Baru 2014! Semoga di tahun ini pencapaian kita menjadi lebih luar biasa dibandingkan tahun lalu ya. Siapa yang tahun ini mau menjadi penulis produktif? Harus nyontek dari empat penulis Be a Writer berikut ini dong ya.... Mereka sangat produktif menulis dan menerbitkan buku, lho, padahal statusnya sudah ibu-ibu dengan beberapa orang anak. Wuidiih... penasaran gak pingin seproduktif mereka? Hyuk, disimak hasil wawancara Bundamin Leyla Hana dengan Riawani Elyta, Aida MA, Dian Nafi, dan Irhayati Harun ini. 

Saturday, July 13, 2013

[Cerpen] Memaafkan

 Oleh: Irhayati Harun
(Pernah dimuat di Majalah Alia)

Kata kata yang menghancurkan, meninggalkan bekas luka dihati. Memaafkan orang yang telah menggoreskan luka memang tak mudah. Butuh kesabaran dan keikhlasan hati dalam memberi maaf. Dihari kemenangan ini, mampukah ia melakukannya? Mengingatluka dihatinya cukup dalam pada mantan suaminya.

Gema takbir dan tahmid berkumandang.menyerukan kebesaran dan keagungan Tuhan subhanahu wata’ala. Rasa syukur dan haru membaur menjadi satu. Syukur,karena telah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan dengan baik, meski tak penuh karena adanya tamu bulanan. Haru,karena sebentar lagi akan berpisah dengan bulan suci yang penuh rachmat. Semoga Ramadhan kali ini, bukanlah menjadi Ramadhan yang terakhir baginya. Begitu pula harapan umat muslimdi seluruh penjuru dunia.

Sunday, July 7, 2013

[Cerpen] Balada Pengemis

Balada Pengemis*)
Oleh: Irhayati Harun

    Dia masih berkutat di dapur sebagai tukang masak disebuah restoran padang yang cukup besar di salah satu sudut kota Jakarta. Hawa panas yang keluar mengitari setiap sudut dapur tanpa ampun. Keringat bercucuran disekujur tubuhnya. Sungguh! Hawa panas yang dirasakannya ini tak seberapa dengan rasa panas yang menjalar didalam tubuhnya, hingga membuat hatinya menggelegak bila mengingat kelakuan saudara saudaranya yang begitu rendah dimatanya.

[Profil Penulis] Irhayati Harun

Irhayati Harun 


Penyuka lagu maher zein ini lahir dan dibesarkan di Medan pada tanggal 6 september 1975. Ibu rumah tangga dengan 3 orang malaikat kecil yang pernah belajar di psikologi UMS ini dari dulu suka menulis dan baru menekuninya sejak anak kedua lahir. Diawali dengan menulis cerpen yang dimuat pertama kalinya di majalah paras edisi oktober thn 2006. sempat vakum menulis selama 3 tahun. Lalu setahun kemudian kembali mengirimkan cerpen dan kembali dimuat berturut-turut di alia, paras, ummi, story, media kawasan dan annida online. Dan alhamdulillah salah satu cerpennya terpilih untuk dibukukan bersama 11 penulis annida online lainnya. Selain cerpen, juga senang menulis puisi hingga terbitlah buku kumpulan puisinya untuk sang suami berjudul ‘kaulah puisiku’ selain buku pernikahan surat cinta untuk suamiku, tuhan tolong aku lagi terpuruk dan teardrops in heaven. Juga pernah menjadi koordinasi naskah menulis bareng ibu-ibu untuk buku antologi Happy Mom Elexmedia, Ketika Si Buah Hati bertanya dan Asimorfosa.

Rendang Uda Wan

 Oleh: Irhayati Harun
Dimuat di Rubrik Pelangi, Majalah Paras, Juni 2003

Irhayati Harun
Sebagai cucu pertama, nenek  selalu memperlakukan Uda Wan dengan istimewa. Gimana enggak! Sedari kecil bila Uda mau Makan, nenek selalu menghidangkan rendang. Bahkan kerap nenek menyimpan rapat rendang kesukaan Uda  agar tak dimakan oleh adik-adiknya. Tak heran setelah Uda  menikah pun  rendang harus tersedia di atas meja. Celakanya lagi istri Uda yang berasal dari suku Jawa, tidak mahir memasak rendang. Tapi demi memenuhi selera suami tercinta, istrinya rela berburu resep rendang kemana pun juga. Bahkan dengan sabar istrinya menimbang setiap bahan agar jangan sampai kelewat 1 gram pun dari ukuran yang tertulis di buku resep. Hasilnya? Tadaaaa...!!!

Monday, April 29, 2013

[Diary Day] Optimis Memperpanjang Usia


Sahabat, apa yang kamu pikirkan tentang rasa optimis?

galaucerdas.com

Sebuah sikap yang melahirkan antusias bagi pelakunya untuk mencapai sesuatu. Asal kamu tahu ini adalah salah satu sikap yang dimiliki hampir semua orang sukses di dunia. Karena mustahilkan kan, kesuksesan itu bisa diraih oleh seseorang yang memiliki sikap pesimis? 

Elbert Hubbart menegaskan, “Nothing great has ever been accomplished without enthusiasm.”