Thursday, May 23, 2013

[Share Day] How to be a Winner



Ini udah kesekian kalinya saya diminta, dipaksa sampe mohon-mohon ( lebay ) oleh teman-teman buat ngeshare tips-tips biar bisa menang lomba blog. Hiyaaaaa, sampai tersipu-sipu malu saya dibuatnya. Ngga pantes amat sok-sok'an ngasih tips ( keliatan rendah hati dan low profile ).

Tapi yah, daripada dibilang pelit, sok, ngga mau bagi-bagi rezeki, nih saya coba deh dikit-dikit ngasi cerita sesuai pengalaman. Bukan tips ya, karena saya sering juga kalah.

Kebanyakan teman-teman yang tahu saya menang lomba tuh, taunya saya ikut-ikut lomba, nulis, posting tiba-tiba Horeeee menang. Sesimpel itu. Dan bagi sebagian orang taunya saya tuh, tiba-tiba plung, nyemplung nyoba-nyoba ikut kuis, ikut lomba blog dan sekonyong-konyong nama saya keluar jadi pemenang, hueeeh, enak banget kalau gitu.

Sunday, May 12, 2013

Pemenang Give Away Be a Writer



Alhamdulillah, akhirnya bisa juga saya selesaikan penilaian lomba giveaway Be a Writer. Mohon maaf jika membutuhkan waktu yang lama, berhubung keterbatasan waktu dan fasilitas. Waktu, saya hanya punya waktu tiga jam setiap malam, itupun tidak setiap malam. Kalau ketiduran, alhasil seharian tak bisa membuka komputer dan membaca-baca naskah giveaway. Pagi hari full untuk anak-anak dan mengurus rumah tangga. Malam hari baru bisa buka komputer kalau anak-anak sudah tidur, dan kadang-kadang saya ikut ketiduran. Fasilitas, provider yang saya pakai, akhir-akhir ini sering jelek jaringannya. Tentu saja itu menghambat penilaian, karena untuk lomba yang satu ini harus on terus internetnya. Semoga para peserta memaklumi kelemahan saya ini.

Tuesday, April 30, 2013

[Share Day] Santo Itu Sahabatku yang Telah Pergi



theresilientchef.wordpress.com
Aku ingat ketika suatu pagi ibu membuat nasi goreng kuning dan aku berpesan padanya untuk membuatnya agak gosong, untuk apa? Tanya ibu. Buat gantinya ikan, jawabku. Dan ibu hanya tertawa. Tapi beliau melakukannya. Menggorengnya sampai gosong dan susah payah mengerik bagian gosong tersebut buatku, juga sepupuku, juga saudara-saudaraku. Pastilah ibu tak habis pikir bagaimana bisa di dunia ini ada orang-orang sekonyol kami. Saat itu, aku tidak memikirkan banyak tentangnya, tentang nasi goreng yang digosongkan itu, selain bahwa rasanya yang renyah mengingatkanku pada kerupuk juga rempeyek. Tapi sekarang, dengan pikiran yang lebih ruwet dan bacaan yang lebih gila, aku tersenyum sendiri dan menggumam, ‘sesuatu yang gosong sekalipun bisa menjadi enak jika kita bisa menerimanya dengan suka cita’. Nasi goreng buatan ibu memang enak, tentu saja, kau pun boleh membuktikannya, tapi gosong yang sedikit itu membuatnya menjadi begitu berharga dan spesial. Seandainya aku lebih awal tahu akan filsafat gosong itu, mungkin aku akan lebih bijaksana dalam hidup, karena ternyata tahun-tahun berikutnya hidupku pun penuh dengan gosong-gosong yang semakin lama rasanya semakin enak untuk dibicarakan. Setidaknya untukku sendiri.

Monday, April 29, 2013

[Diary Day] Apa Yang Terjadi dengan Tulisanmu Saat Engkau Mati?



Sumber [link]
HAAAAh Uje meninggal ? Innaillahi wa inna ilaihi rajiun...

Begitu reaksi saya saat melihat postingan teman di FB mengenai kabar bahwa Uje meninggal dunia tempo hari. Setelah membaca status tersebut,  tebak apa yang saya lakukan?

[Diary Day] Kenangan Macam Apa yang Akan Kita Wariskan?

By: Mugniar Marakama
Sumber: dakwatuna.com
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.Tentu itulah yang pertama kali kita ucapkan saat mendengar kabar Uje (ustadz Jefri) meninggal dua hari yang lalu. Selanjutnya saya tahu, semua stasiun TV pasti menayangkan serba-serbi Uje. Saya sendiri jarang nonton TV, karena satu dan lain hal. Amat jarang malah.Banyak status facebook yang turut mendo’akan Uje dan menuliskan bermacam hal terkait berita kematiannya. Di BB juga, konon membincangkan Uje. Beberapa blogger juga menulis tentangnya, setidaknya mengingatkan diri pemilik blog sendiri dan pembacanya tentang kematian yang bisa saja datang secara mengejutkan.