Showing posts with label arul chandrana. Show all posts
Showing posts with label arul chandrana. Show all posts

Thursday, September 11, 2014

[Telah Terbit] Berbagai Keajaiban Dalam Hidup


Judul: Berbagai Keajaiban dalam Hidup Kategori: non fiksi, motivasi ISBN: 978-602-02-4443-3 Penulis: Arul Chandrana Penerbit: Quanta – Elex Media Komputindo Halaman: 278 halaman Edisi: 1, 1st published Tahun terbit: 2014
Berkesempatan untuk bangun setiap pagi, menyaksikan matahari terbit, melihat bintang terakhir di tingalkan malam sendirian di langit yang beranjak terang, merasakan angin yang berhembus kemudian hilang tak berbekas, semua itu adalah keajaiban. Kita semua tahu, beberapa bintang lebih besar dari sebagian lainnya, demikian pula kehidupan. Kehidupan sebagian orang tampak lebih menarik dari yang lainnya. Namun demikian, sebagaimana kita ketahui mengenai semua bintang bahwa mereka cemerlang, demikian pula kehidupan, semuanya menakjubkan. Dengan cara itu kita pun menemukan keajaiban dalam setiap kehidupan.

Monday, September 1, 2014

[Author of The Month] Arul Chandrana



Arul Chandrana
Pertama, sebelum menjawab semua pertanyaan di sini, saya ingin menjelaskan pada semuanya bahwa tentang tulis menulis, saya membayangkan diriku sebagai seorang nelayan tradisional di pesisir Pulau Bawean. Dia tahu bagaimana cara menangkap ikan, dia tahu kapan waktu yang tepat untuk menangkap ikan, dia bahkan tidak pernah teler memakan ikan beracun karena nelayan itu mengenal hampir semua jenis ikan. Nelayan tradisional tersebut menguasai semua itu dari melihat ayahnya, kakeknya, juga semua paman-sepupunya, dan semua orang di desanya tanpa harus masuk sekolah perikanan. 

Saturday, February 22, 2014

Kisah Inspirasi Pendidikan: Guru Bahasa Inggris Adu Jotos dengan Wali Murid


Arul Chandrana
Oleh: Arul Chandrana

PERSEMBAHAN
Kisah ini kupersembahkan bagi semua guru yang berdedikasi tinggi di tanah air. Baik mereka yang berwibawa maupun yang, ehm, kurang peduli dengan wibawa.

***

BERDIRI di tepi jalan utama penghubung tiga desa, bukan berarti sekolah kami menempati tempat strategis yang mampu mendatangkan banyak siswa. Yah, memang ada siswa yang datang, tapi tidak sendirian, melainkan bersama orang tuanya, dan mereka terus berjalan melewati sekolah menuju ladang aren di dekat hutan.

Tuesday, April 30, 2013

[Share Day] Santo Itu Sahabatku yang Telah Pergi



theresilientchef.wordpress.com
Aku ingat ketika suatu pagi ibu membuat nasi goreng kuning dan aku berpesan padanya untuk membuatnya agak gosong, untuk apa? Tanya ibu. Buat gantinya ikan, jawabku. Dan ibu hanya tertawa. Tapi beliau melakukannya. Menggorengnya sampai gosong dan susah payah mengerik bagian gosong tersebut buatku, juga sepupuku, juga saudara-saudaraku. Pastilah ibu tak habis pikir bagaimana bisa di dunia ini ada orang-orang sekonyol kami. Saat itu, aku tidak memikirkan banyak tentangnya, tentang nasi goreng yang digosongkan itu, selain bahwa rasanya yang renyah mengingatkanku pada kerupuk juga rempeyek. Tapi sekarang, dengan pikiran yang lebih ruwet dan bacaan yang lebih gila, aku tersenyum sendiri dan menggumam, ‘sesuatu yang gosong sekalipun bisa menjadi enak jika kita bisa menerimanya dengan suka cita’. Nasi goreng buatan ibu memang enak, tentu saja, kau pun boleh membuktikannya, tapi gosong yang sedikit itu membuatnya menjadi begitu berharga dan spesial. Seandainya aku lebih awal tahu akan filsafat gosong itu, mungkin aku akan lebih bijaksana dalam hidup, karena ternyata tahun-tahun berikutnya hidupku pun penuh dengan gosong-gosong yang semakin lama rasanya semakin enak untuk dibicarakan. Setidaknya untukku sendiri.

Wednesday, April 10, 2013

When Can I See You Again?


Motivasi dari Owl (Link Gambar)
Pernahkah Anda menyaksikan pertengkaran otak kanan dan otak kiri? Pernahkah Anda mendengar bahwa orang berjenggot tidak seharusnya nonton kartun? Atau tahukah Anda bahwa Arul Chandrana sepupunya Owl City? Jika Anda ingin membuktikan ketidakbenaran semua isu tadi, baca sampai selesai tulisan ini.
***

Kapan kita bisa bermain lagi?
Kapan aku bisa menemuimu lagi?
Nyalakan langit dan bintang akan berkemilau untukmu
Pergilah keliling dunia karena semuanya begitu baru
jangan mata terpejam karena masa depanmu siap bersinar terang
hanya soal waktu saja sebelum nanti kita belajar terbang
selamat mengikuti irama malam
ada sesuatu di sana yang tak bisa kau acuhkan

Tuesday, March 5, 2013

SC#19 Percakapan A2


    Pada Suatu Tikungan Dekat Pemakaman Desa Warupeteng

Arul           : ternyata sudah setahun ya kita di BAW. Kukira baru lima tahun.
Adit           : salah, kukira baru lima bulan.
Arul           : yang bailang salah tadi siapa?
Adit           : aku.
Arul           : berarti kamu yang salah.
Adit           : lho? Eh bego, justeru aku yang mengingatkanmu kalau kalimatmu salah. Penulis novel malah ngawur.
Arul           : tapi yang mengucapkan kata salah kan kamu Dit, ya kamu lah yang salah.
Adit           : duh kau ini, membuatku tega untuk menjatuhkan kontainer berisi gajah di jidatmu.
Arul           : wakakakaka. Easy man, easy.

(ada keheningan yang tak bernama di antara mereka berdua. Lautan luas menghampar di depan, menyaksikan segala jungkir balik kehidupan)

Thursday, January 24, 2013

Si Bodoh yang Mencabik Buku Pelajarannya


Kisah Motivasi: Si Bodoh yang Mencabik Buku Pelajarannya

by: Arul Chandrana
berhitung adalah berkesasar
berhitung adalah berkesasar
Aku akan menceritakan kisah ini padamu. Tidak untuk membuatmu menyukai tulisanku atau untuk membuatmu terkesan atau memujiku. Tidak. Bukan karena semua itu. Tapi karena kisah ini begitu mendesak untuk kututurkan. Begitu penting untuk diketahui banyak orang. Kuyakin kau nantinya akan sangat setuju denganku bahwa memang kisah ini tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk disampaikan. Diperdengarkan. Dibacakan. Dibuat agar semua orang mengerti dan menyadari ada sesuatu yang besar di luar diri mereka. Yang sebenarnya juga terdapat dalam diri mereka. Sesuatu itu menunggu untuk dilecut dan dibangkitkan. Aku memikirkan mengenai semua itu. Inilah ceritaku.

Wednesday, January 9, 2013

[Cerpen] LARAN JHUBOK

by: Arul Chandrana

PROLOG
Separuh dari kisah ini adalah fakta. Aku mendengarnya berulang kali dari ibu dan pamanku. Setelah merampungkannya berupa cerpen, aku mengirimnya beberapa kali ke koran dan senantiasa gagal.  Mungkin karena cerpen ini, seperti pengakuan salah seorang temanku, terlalu menjijikkan. Anda sebaiknya mempertimbangkan membaca ini jika sedang makan atau hendak makan.

***
Akan malam