Sunday, February 22, 2015

Materi #8 Kelas Penulisan Novel : Plot dan Klimaks dalam Novel (by : Dyah Rinni)

Dyah Rinni

TENTANG PLOT DAN KLIMAKS DALAM NOVEL
Dyah Rinni

Bagiku sebuah cerita berarti memiliki kejutan karena itulah kehidupan, penuh kejutan. –Isaac Bashevis, penyanyi.

Cara paling gampang dan cepat untuk membentuk cerita (menurut saya) adalah dengan menentukan adegan klimaks (final climactic scene), baru kemudian menyusun sisa cerita yang dibutuhkan. Setelah mencorat-coret plot, saya memutuskan isu premisnya (cinta, balas dendam, kebijaksanaan, kehormatan, kepercayaan....) sebagai inti cerita. Kemudian saya memetakan karakter seperti apa yang saya butuhkan untuk mendukung plot dan premis cerita tersebut.


Ringkasnya
1. Apa adegan klimaks saya?
2. Isu apa yang hendak saya sampaikan?
3. Penjahat seperti apa yang mampu menampilkan isu saya dalam bentuk negatif (tema)
4. Tokoh utama seperti apa yang mampu menampilkan isu saya dalam bentuk positif? (premis)
5. Sekutu atau teman macam apa yang dapat membantu mewujudkan konflik?

Jika saya telah memutuskan bahwa adegan klimaks saya adalah pertempuran besar  antara Elf, Goblin, Penyihir dan lain-lain, bisa jadi premisnya memiliki tema pertempuran, seperti Kehormatan.
Tentu saja kamu bisa mengangkat isu yang tidak ada hubungannya dengan perang. Film Equilibrium memiliki adegan klimaks duel, tetapi film tersebut berhubungan dengan nilai emosi manusia.

Plot Paling Mudah Di Alam Semesta
Tiga masalah + Akhir Cerita
Masalah pertama berhubungan dengan situasi eksternal, tetapi masalah kedua dan ketiga seharusnya muncul dari keinginan tokoh untuk memperbaiki situasi, semakin buruk dan buruk. Setiap masalah dapat memakan seperempat bagian buku dengan bagian akhir di seperempat buku bagian akhir.

 Awal - Tengah - Akhir
PERINGATAN! Tidak peduli sepanjang apa yang tengah kamu tulis, kamu harus membikin wow pembaca dalam beberapa bab pertama atau kamu akan kehilangan mereka. Ingatlah, sebagian besar buku ditinggalkan pada halaman 17 -- sekitar 4250 kata. Jadi, kamu memiliki 4000 kata untuk menarik perhatian pembaca.

Cara Paling Gampang Memulai Cerita?
Bukan di bagian awal
Mulailah dari halaman satu dengan cerita telah berjalan. Jangan pedulikan latar belakang cerita, atau yang dikenal sebagai Penumpah-Informasi (Info-Dumping). Gunakan dialog untuk memberikan petunjuk pada latar belakang cerita sang tokoh. Ini akan membuat pembaca penasaran untuk terus membaca: Apa yang sedang terjadi? Buatlah para pembaca berusaha mencari tahu mengapa seorang vampir memburu gadis tertentu dan mengapa gadis itu tidak ketakutan. Jangan beri tahu sampai pembaca menyukai karakter tersebut.

Bagian Tengah adalah di mana terjadi PEMBALIKAN (REVERSAL)
Begitu kamu telah sampai di bagian tengah cerita, sekaranglah saatnya untuk skenario terburuk. Bayangkan sebagai punchline dalam lelucon.

Kamu menyelamatkan seorang puteri hanya untuk menemukan bahwa sang puteri bukanlah target utama, melainkan planet tempat sang puteri berlindung. --Star Wars.

Kamu menggali banyak informasi tersembunyi untuk mengejar rahasia terbesar di dunia ini--hanya untuk menemukan bahwa seluruh dunia adalah rahasianya. --The Matrix.

Kamu menemukan benda peninggalan kuno --hanya untuk menemukan bahwa artefak itu berhubungan monster --The Mummy dan Indiana Jones.

Kamu memutuskan untuk membuat film vampir paling otentik dengan menggunakan vampir betulan, hanya untuk menemukan vampir yang kamu sewa tidak berhenti menguras darah kru film --Shadow of the Vampire.

Bagian tengah adalah bagian di mana segala berjalan SALAH dan karaktermu mati-matian memperbaikinya --dan justru membuat segalanya semakin PARAH. Kemudian tiba titik terendah di mana mereka telah tersudut, tidak bisa ke mana-mana. "Habislah kita!" Dan kemudian sang tokoh utama melakukan hal terakhir...

Di Mana Mengakhirinya?
Akhirilah di mana kamu memulai --kembali ke awal. Buatlah ikatan yang rapi, yang bercerita kepada pembaca: "Cerita berikutnya akan segera dimulai." Bahkan dalam cerita romantis klasik diakhiri dengan pesta pernikahan yang menyimbolkan awal yang baru.
Sebagai tambahan, kesimpulan akhir bukanlah benar-benar menang atau kalah.
Kemenangan selalu datang dengan harga, dan kalah harus datang dengan bonus tidak terduga. Untuk alasan aneh dan tidak dimengerti, kemenangan total tampaknya tidak terlalu menyenangkan bagi pembaca total. Bittersweet Ending tampaknya lebih disukai. Aku tidak tahu mengapa demikian, tetapi saya punya setumpuk hate-mail sebagai buktinya.

APA YANG TIDAK DIBUTUHKAN DALAM CERITA?
Hanya masukkan yang benar-benar dibutuhkan oleh cerita.
Trik untuk mengetahui apa yang harus dimasukkan ke dalam cerita adalah apakah kamu sering atau tidak memakainya. Jika hal itu tidak dibutuhkan cerita, buanglah. Jika karakter atau obyek itu tidak memajukan plot, meskipun hanya sedikit, tidak perlu dimasukkan.

THE HERO’S JOURNEY
Ada cara lain untuk menciptakan plot, yaitu dengan mengikuti aturan pakem yang telah dibuat. Menurut Joseph Campbell, semua cerita di dunia ini pada dasarnya mengikuti satu struktur cerita yang sama. Ia menyebut polanya sebagai The Hero’s Journey.
Tidak selamanya model yang digunakan Campbell ini dapat digunakan di dalam cerita. Tetapi inilah struktur dasarnya. Saya menggunakan cerita Star Wars sebagai contoh untuk mempermudah pemahaman.

The Ordinary World (Dunia Normal)
Di sini kita mengetahui kehidupan sang tokoh utama kita (hero) sehari-hari. Sebagai contoh dari Star Wars, kita tahu bahwa Luke hanyalah seorang anak petani biasa yang hidup bersama Paman dan Bibinya.

The Call To Adventure (Panggilan untuk Berpetualang)
Sesuatu terjadi pada kehidupan normal sang tokoh utama kita, yang seringkali termasuk undangan atau tekanan untuk meninggalkan kehidupan normal mereka. Luke membeli droid yang di dalamnya terdapat permintaan tolong dari Princess Leia.

Refusal Of The Call (Menolak Panggilan)
Sang tokoh utama mencoba menolak panggilan tersebut. Luke lebih menyukai pertanian dan keluarganya daripada harus pergi. 

Meeting With The Mentor (Pertemuan dengan Sang Mentor)
Muncul seorang bijak yang meluruskan situasi, mendorong tokoh utama untuk memenuhi panggilan untuk berpetualang. Dalam Star Wars, tokoh ini adalah Obi Wan Kenobi.

Crossing The Threshold (Melewati Pintu Batas)
Sang tokoh utama memenuhi panggilan untuk berpetualang, yang membuatnya melewati batas di mana ia tidak bisa kembali. Saat Lars Homestead dibakar habis, Luke tidak punya pilihan lain kecuali pergi bersama Obi Wan Kenobi.


Tests, Allies & Enemies (Tes, Teman dan Musuh)
Sang tokoh utama mengalami tes, bertemu dengan teman dan musuh sepanjang perjalanannya. Luke dan Obi Wan dikejar oleh Stormtrooper dan mereka bertemu dengan Han Solo dan Chewie. 

The Approach (Pelatihan)
Sang tokoh utama dilatih atau disiapkan untuk misi yang mereka terima. Luke dilatih oleh Obi Wan Kenobi dan menerima light sabre pertamanya.

The Ordeal (The Cave/ Gua)
Tokoh utama kembali mendapatkan tes. Ini seringkali menjadi titik paling rendah dalam cerita. Luke dan teman-temannya ditangkap di Death Star dan hampir saja meninggal.

The Reward (Hadiah)
Tokoh utama bangkit untuk merebut kemenangan. Luke dan teman-temannya berhasil lolos Death Star dengan Princess Leia. Mereka juga mendapatkan informasi bagaimana menghancurkan Death Star.

The Road Back (Jalan kembali)
Tokoh utama harus menyelesaikan apa yang mereka mulai. Mereka mendapatkan halangan dari musuh. Darth Vader menyerang tokoh utama kita dan terjadi pertempuran besar-besaran. Jika ada pertempuran besar-besaran, inilah saatnya.

The Resurrection (Kebangkitan kembali)
Tokoh utama mungkin hampir mati, tetapi mereka bangkit menjadi lebih kuat. Luke mendapat bisikan dari Obi Wan Kenobi, menggunakan kekuatan dan menghancurkan Death Star untuk selamanya.

Return With The Elixir (Kembali dengan Hadiah)
Tokoh utama kembali ke rumah, tetapi hidupnya tidak lagi sama. Luke telah menjadi pahlawan dan pelatihannya kembali dimulai.

Materi yang saya berikan mungkin tidak begitu banyak, tetapi semoga membantu Anda dalam menciptakan cerita yang lebih baik. :)

Materi diambil dari Plot Whisperer karya Martha Alderson  dan The Cheater’s Guide to Writing Erotic Romance For Publication & Profit karya Morgan Hawke

Profil Penulis :
Dyah Rinni adalah penulis dan editor pada sebuah penerbit Moka Media. Saat ini telah menulis delapan novel. Dua novelnya: Marginalia dan Beautiful Liar memenangkan lomba mengarang di penerbit Qanita dan Gagas Media.

Q & A:

1. Bisakah konflik dimunculkan dari awal?
Dari awal bisa kok menyampaikan konflik, tetapi kecil saja, sekedar memperkenalkan tokoh dan masalahnya dan di akhir bab memperlihatkan bahwa ada masalah lain yang lebih besar.
Untuk tidak bisa ditebak, penulis harus sudah punya perencanaan sebelumnya. Yah itu tergantung kreativitas, sih. Memikirkan hal yang tidak terduga. Kadang nggak sekali mikir jadi, tapi berkali-kali 

2. Apa yang penting dalam 4000 pertama?
Dalam 4000 kata pertama, setidaknya ada dua hal yang sudah jelas: siapa tokoh-tokohnya dan apa keinginannya. Kenapa tokoh ini asyik diikuti? Kenapa keinginannya itu penting? Seberapa besar pembaca bisa merasa terhubung dengan tokoh utama?

Mari aku kasih satu contoh. Ingat nggak cerita Finding Nemo? (Aku suka banget dengan film2 pixar. Kalau kalian ingin belajar tentang cara bercerita yang baik, film2 pixar perlu dipelajari).
Ingat adegan awal Finding Nemo? Dia hanya menggambarkan bahwa Nemo adalah satu-satunya anak yang selamat dari serangan barakuda dan Merlin (sang ayah) berjanji melindungi Nemo. 

Adegan ini powerful karena kita mengerti keinginan ayah untuk melindungi sang anak. Dan keinginan ini tidak mudah dicapai karena di adegan berikutnya kita tahu Nemo itu kepo banget dan kepo-nya ini akan membawa Nemo ke dalam bahaya.

Tips 4000 kata pertama yang menarik:
1. Tampilkan tokoh sedang menangani sesuatu atau menghadapi sesuatu yang penting baginya. Mungkin hidup baru, kenaikan pangkat, dan lain-lain.
2. Berikan masalah kecil baginya yang bisa diatasi. Misal jika ia polisi
 buatlah dia menangkap penjahat. Tetapi berikan petunjuk kalau ada masalah lain yang lebih besar. 
3. Tampilkan keinginan terbesar si tokoh. Punya pacar? Menangkap penjahat? 
4. Tampilkan sifat tokoh yang membuat pembaca peduli padanya. Ini bisa sangat beragam dan sebagai penulis, Anda harus paham psikologi pembaca. Apa yang akan membuat pembaca jatuh cinta pada si tokoh? Mari kita ambil satu situasi. Misalnya jatuh cinta. Siapa yang tidak suka cerita tentang jatuh cinta? Siapa yang tidak akan peduli pada si culun yang baik hati dan cerdas yang jatuh cinta pada gadis paling cantik di sekolah? 
5. Berikan janji bahwa ini bukan cerita biasa dan bahwa cerita ini berharga untuk diikuti. Bahwa waktu pembaca tidak terbuang-buang dengan membaca cerita ini.

3. Bagaimana menghadirkan masalah dalam setiap bab agar ceritanya tidak membosankan?
Masalah besar di dalam cerita hanya ada satu atau dua, tetapi selalu ada rintangan untuk menyelesaikan masalah atau mencapai keinginan. Jadi jangan berikan kemudahan bagi tokoh utama kamu untuk berhasil. Justru buat semakin lama semakin sulit. Bagaimana cara tokoh utama menghadapi masalah dan rintangan ini yang membuat cerita tidak membosankan. 
Salah satu cara untuk menjaga bab saling berkaitan adalah dengan menuliskan rancangannya. Lihat apakah bab 2 adalah konsekuensi logis dari bab 1. Begitu juga berikutnya. Apakah wajar kalau setelah kejadian A timbul kejadian B, dan seterusnya.
Misalnya kalau orang yang disayangi meninggal tentu wajar kalau di bab berikutnya tokoh utama kita berduka cita baru kemudian mencari pelaku pembunuhannya, dan seterusnya.

4. Apa yang dimaksud dengan Bittersweet Ending?
Bittersweet ending maksudnya, endingnya baik tetapi tidak semuanya benar-benar baik. Mungkin ada sebagian keinginan tokoh utama yang tercapai, mungkin ada yang harus direlakan tidak tercapai. Ada kompromi yang harus dibuat tokoh utama.
Untuk naskah dengan ending terbuka, aku lebih suka pada novel horor. Atau kalau romance, bisa juga, tapi ada yang tersirat bahwa cerita akan berakhir bahagia. 

5. Tips Menulis Novel Misteri?
1. Buatlah penjahat tidak mudah ditebak (kalau fokusnya adalah siapa pelakunya). Bisa saja pada awalnya kamu membuat sang detektif sudah mengira pelakunya A tapi kemudian teralihkan pada B. Di akhir cerita, kembali lagi ternyata pelakunya A.
2. Saat detektif menyelidiki kembali petunjuk kasus, buatlah ada sesuatu yang baru yang pada awalnya tidak terlihat atau salah mengintepretasikan. Misalnya membaca petunjuk terbalik. Atau ada petunjuk yang terselip di belakang tanaman.
3. Buatlah semua orang berbohong. Jadi detektifnya semakin bingung. Mungkin berbohong bukan dalam arti jahat tetapi cukup untuk menghalangi detektif menemukan pelaku.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog BaW. Mohon kritik dan komentar yang membangun untuk setiap postingan ;)