Setelah sekian lama, banyak yang bertanya bagaimana cara bergabung dengan komunitas penulis dan calon penulis: BAW Community, nih saya kasih bocorannya yaaa.... Alhamdulillah, mulai tahun ini (2014), BAW melebarkan sayap. Tadinya kami hanya berupa grup tertutup beranggotakan 100 orang. Makanya, gaungnya gak begitu kedengeran. Soalnya, kami mau fokus belajar. Sekarang, kamu bisa gabung dengan grup kami dan siap belajar bersama dengan teman-teman lain.
Labels
Author of The Month
(12)
BAW Goes to School
(3)
Blogging Day
(3)
Buku Pilihan Admin
(5)
Diary Day
(11)
Info Kirim Naskah
(4)
Info Lomba
(8)
Interview
(1)
Liputan Khusus
(3)
Materi Kelas BAW Community
(20)
Motivasi Menulis
(19)
Promo Buku
(39)
Resensi Film
(7)
Share Day
(10)
Sharing Day
(7)
Tips Nulis
(11)
Ulasan
(2)
cerpen
(26)
resensi buku
(24)
surat cinta
(16)
Showing posts with label Elita Duatnofa. Show all posts
Showing posts with label Elita Duatnofa. Show all posts
Saturday, November 1, 2014
Wednesday, April 16, 2014
MENULIS KISAH INSPIRATIF YANG MENGINSPIRASI
#1 MATERI DIARY DAY (14 APRIL 2014)
MENULIS
KISAH INSPIRATIF YANG MENGINSPIRASI
By : Elita Duatnofa
Permisi,
kali ini saya kebagian memberikan materi tentang menulis kisah inspiratif,
tentunya tanpa bermaksud mendaulat diri saya lebih tahu dari teman-teman yang
ada di sini. ^^
Menulis
kisah inspiratif itu memang gampang-gampang susah ya, awalnya kita pikir
gampang karena toh kisah yang diambil juga berdasarkan kisah nyata baik kisah
sendiri maupun kisah orang lain yang kita tulis. Tidak harus mengarang dan
menyambung-nyambungkan konflik demi konflik sebagaimana yang biasa dilakukan
saat menulis karya fiksi. Tapi kenyataannya banyak kisah inspiratif yang kita
duga sudah bagus dan sesuai, ternyata gagal lolos audisi, atau tak memenuhi
selera media dan penerbit, kalaupun kemudian lolos audisi dan dibukukan
ternyata tak cukup menyentuh sehingga tak memberi kesan yang lama pada pembaca.
Jadi, bagaimana sih caranya menulis kisah inspiratif yang baik dan berkesan?
1. Tentukan
pesan apa yang ingin disampaikan
Sebelum menulis, pastikan kita sudah tahu pesan atau
amanat yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Setiap kisah inspiratif
bertujuan untuk berbagi kekuatan dan hikmah, nah tentukanlah hikmah seperti apa
yang ingin kita ungkapkan. Misalnya hikmah dibalik kesulitan, hikmah setelah
putus cinta, atau hikmah dari penyakit yang diderita. Dari beberapa jenis
hikmah yang saya sebutkan tadi juga masih bisa diruncingkan lagi, misalnya
hikmah setelah putus cinta ya, nah dari putus cinta itu apakah hikmahnya adalah
menjadi lebih dekat dengan keluarga, bisa mengenali siapa saja orang yang tulus
dan peduli, atau mungkin putus cinta sebagai titik balik untuk menggapai
prestasi, dan lain sebagainya.
Sunday, March 23, 2014
Baw Roadshow dan Bedah Buku Bawers (4)
Nah, sekarang kita akan intip sesi tanya jawab ketika bedah novelnya Irhayati Harun: RUMAH MANDE, ya setelah di sesi berikutnya membahas novel dari Ade Anita. Buat yang belum baca sebelumnya, bisa lihat di tulisan yang dihyperlink ini.
Wednesday, November 20, 2013
[Resensi Buku] Ketika Cinta Harus Pergi
Oleh: Nining Sumarni
Dimuat di: http://www.annida-online.com/artikel-8548-tips-berdamai-dengan-cinta-yang-telah-pergi.html
Judul
Buku : Ketika Cinta Harus Pergi
Penulis
: Elita Duatnova Featuring Aida Ma
Penerbit
: Quanta
Tahun
Terbit : Cetakan I, Februari 2013
Tebal
: 145 halaman
ISBN
: 978-602-02-0647-9
Banyak dari kita yang begitu mengidolakan sosok motivator
yang kini banyak bertebaran di tanah air. Tetapi tak menyadari bahwa
sesungguhnya motivator terhebat adalah diri sendiri. Bagaimana tidak, sebanyak
apapun motivator didatangkan dengan tujuan membantu seseorang jika tidak
disertai keinginan move on dari dalam
diri orang tersebut maka semua akan sia-sia. Banyak pula yang tidak menyadari
bahwa kebahagian bisa diciptakan oleh pikiran yang bahagia. Bukan hasil meminta
dari seseorang yang nyata-nyata telah membuat luka. Dan menjadikan kita seperti
layaknya pengemis cinta.
Monday, November 18, 2013
[Promo Buku] Kusebut Namamu dalam Ijab dan Qabul
Judul Buku : KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL
Penulis : Aida Ahmad dan Elita D Kaseem
Penerbit : Quanta, Elexmedia
Terbit : November 2013
Sinopsis:
Menunggu jodoh belum juga
datang?Atau takut dengan sebuah pernikahan? Mungkin juga ingin pernikahan yang
lebih berkualitas? Tentu pada dasarnya kembali pada pemahaman kita terhadap
kalimat Ijab dan Qabul. Bagi yang
menunggu jodoh, bersiaplah dengan ilmu-ilmu dalam pernikahan, bagi yang menolak
sebuah jodoh, akan diajak kembali berpikir akan makna fitrah dan keuntungan
yang sangat besar dalam sebuah pernikahan. Dan bagi pasangan yang sudah
menikah, bagaimana menyeimbangkan kembali hubungan sehingga lebih manis dan
romantis.
Saturday, July 13, 2013
Giveaway Ketika Cinta Harus Pergi
Sudah baca buku "Ketika Cinta Harus Pergi"? Duet manis antara Aida MA dan Elita Duatnova ini sudah bisa diperoleh di toko buku. Di BAW ada program duet penulis berkolaborasi menulis buku. Aida dan Elita berhasil mewujudkannya di dalam buku ini. Buku yang insya Allah menghapuskan kegalauanmu yang gagal bercinta.
Saturday, March 9, 2013
Elita Duatnofa
Elita
Duatnofa, terlahir dengan nama tersebut di Depok 23
November 1982. Pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada, namun kemudian mengundurkan diri dan pindah
ke Akademi Kimia Analisis Caraka Nusantara Jakarta. Ibu 3 anak ini
juga memutuskan untuk berhenti bekerja, lalu memilih fokus menjadi IRT sambil
berbisnis kecil-kecilan, dan mendalami dunia kepenulisan sejak tahun 2011. Di
sela-sela kesibukannya, ia juga masih menyempatkan diri untuk menekuni hobinya
yang lain, yaitu mengajar privat. Penyuka pantai dan malam ini bisa dihubungi
melalui:
Facebook : Elita Duatnofa
Twitter : @duatnofa_lieta
Email : elieta.duatnofa@gmail.com
Sunday, January 20, 2013
SC# 8, HAPPY BIRTHDAY, BAW!
by: Elita Duatnofa
Selamat pagi, pemirsa setia BAW. Kali ini Anda semua ditemani oleh saya, Elita Duatnofa. Baiklah, ngomong-ngomong soal BAW….
Selamat pagi, pemirsa setia BAW. Kali ini Anda semua ditemani oleh saya, Elita Duatnofa. Baiklah, ngomong-ngomong soal BAW….
Pertama kali bergabung di BAW, Mbak Ley sendirilah yang
memasukkan saya ke grup yang penuh warna dan aroma ini. Tapi tentu saja, saya
yang memintanya. Heheh.
Mbak Ley ini nih, dalam bayangan saya adalah perempuan yang
agak-agak serem dan tegas, tapi rame gitu plus suaranya keras. Pas ketemu
langsung, eleeeuh… lembut, bersahaja, baik lah gitu. Suka kangen dan pengen
ketemu lagi tuk curi-curi ilmu menulisnya, tapi sayang nggak tau rumahnya.
Hiks.
Dan jujur aja, di awal-awal masa bergabung (bukan berkabung ya)…
saya bingung mau ngapain di grup ini selain sapa-menyapa basa-basi. Anggotanya
nggak ada yang benar-benar saya kenal, kecuali Mbak Nining, itupun baru tahu
beberapa waktu kemudian. Mau komentar dan colek-colek, takut kayak orang sok
akrab. Serba salah, karena saya ini pemalu buanget kalau belum kenal lama
(sumpeh lo?). Takut dicuekin, takut dikacangin, takut digumami begini, “Ih,
siapa sih lo?”
Subscribe to:
Posts (Atom)



