Showing posts with label Elita Duatnofa. Show all posts
Showing posts with label Elita Duatnofa. Show all posts

Saturday, November 1, 2014

Mari Bergabung Bersama BAW Community!

Hellooooo....
Setelah sekian lama, banyak yang bertanya bagaimana cara bergabung dengan komunitas penulis dan calon penulis: BAW Community, nih saya kasih bocorannya yaaa.... Alhamdulillah, mulai tahun ini (2014), BAW melebarkan sayap. Tadinya kami hanya berupa grup tertutup beranggotakan 100 orang.  Makanya, gaungnya gak begitu kedengeran. Soalnya, kami mau fokus belajar. Sekarang, kamu bisa gabung dengan grup kami dan siap belajar bersama dengan teman-teman lain.

Wednesday, April 16, 2014

MENULIS KISAH INSPIRATIF YANG MENGINSPIRASI

#1 MATERI DIARY DAY (14 APRIL 2014)
MENULIS KISAH INSPIRATIF YANG MENGINSPIRASI
By : Elita Duatnofa

Permisi, kali ini saya kebagian memberikan materi tentang menulis kisah inspiratif, tentunya tanpa bermaksud mendaulat diri saya lebih tahu dari teman-teman yang ada di sini. ^^

Menulis kisah inspiratif itu memang gampang-gampang susah ya, awalnya kita pikir gampang karena toh kisah yang diambil juga berdasarkan kisah nyata baik kisah sendiri maupun kisah orang lain yang kita tulis. Tidak harus mengarang dan menyambung-nyambungkan konflik demi konflik sebagaimana yang biasa dilakukan saat menulis karya fiksi. Tapi kenyataannya banyak kisah inspiratif yang kita duga sudah bagus dan sesuai, ternyata gagal lolos audisi, atau tak memenuhi selera media dan penerbit, kalaupun kemudian lolos audisi dan dibukukan ternyata tak cukup menyentuh sehingga tak memberi kesan yang lama pada pembaca. Jadi, bagaimana sih caranya menulis kisah inspiratif yang baik dan berkesan?

1.      Tentukan pesan apa yang ingin disampaikan

Sebelum menulis, pastikan kita sudah tahu pesan atau amanat yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Setiap kisah inspiratif bertujuan untuk berbagi kekuatan dan hikmah, nah tentukanlah hikmah seperti apa yang ingin kita ungkapkan. Misalnya hikmah dibalik kesulitan, hikmah setelah putus cinta, atau hikmah dari penyakit yang diderita. Dari beberapa jenis hikmah yang saya sebutkan tadi juga masih bisa diruncingkan lagi, misalnya hikmah setelah putus cinta ya, nah dari putus cinta itu apakah hikmahnya adalah menjadi lebih dekat dengan keluarga, bisa mengenali siapa saja orang yang tulus dan peduli, atau mungkin putus cinta sebagai titik balik untuk menggapai prestasi, dan lain sebagainya.

Sunday, March 23, 2014

Baw Roadshow dan Bedah Buku Bawers (4)

Nah, sekarang kita akan intip sesi tanya jawab ketika bedah novelnya Irhayati Harun: RUMAH MANDE,  ya setelah di sesi berikutnya membahas novel dari Ade Anita. Buat yang belum baca sebelumnya, bisa lihat di tulisan yang dihyperlink ini.


Wednesday, November 20, 2013

[Resensi Buku] Ketika Cinta Harus Pergi


Oleh: Nining Sumarni

Judul Buku : Ketika Cinta Harus Pergi
Penulis : Elita Duatnova Featuring Aida Ma
Penerbit : Quanta
Tahun Terbit : Cetakan I, Februari 2013
Tebal : 145 halaman
ISBN : 978-602-02-0647-9
Banyak dari kita yang begitu mengidolakan sosok motivator yang kini banyak bertebaran di tanah air. Tetapi tak menyadari bahwa sesungguhnya motivator terhebat adalah diri sendiri. Bagaimana tidak, sebanyak apapun motivator didatangkan dengan tujuan membantu seseorang jika tidak disertai keinginan move on dari dalam diri orang tersebut maka semua akan sia-sia. Banyak pula yang tidak menyadari bahwa kebahagian bisa diciptakan oleh pikiran yang bahagia. Bukan hasil meminta dari seseorang yang nyata-nyata telah membuat luka. Dan menjadikan kita seperti layaknya pengemis cinta.

Monday, November 18, 2013

[Promo Buku] Kusebut Namamu dalam Ijab dan Qabul


Judul Buku    : KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL

Penulis            : Aida Ahmad dan Elita D Kaseem

Penerbit          : Quanta, Elexmedia

Terbit             : November 2013

Sinopsis:

            Menunggu jodoh belum juga datang?Atau takut dengan sebuah pernikahan? Mungkin juga ingin pernikahan yang lebih berkualitas? Tentu pada dasarnya kembali pada pemahaman kita terhadap kalimat Ijab dan Qabul.  Bagi yang menunggu jodoh, bersiaplah dengan ilmu-ilmu dalam pernikahan, bagi yang menolak sebuah jodoh, akan diajak kembali berpikir akan makna fitrah dan keuntungan yang sangat besar dalam sebuah pernikahan. Dan bagi pasangan yang sudah menikah, bagaimana menyeimbangkan kembali hubungan sehingga lebih manis dan romantis.

Saturday, July 13, 2013

Giveaway Ketika Cinta Harus Pergi

Sudah baca buku "Ketika Cinta Harus Pergi"? Duet manis antara Aida MA dan Elita Duatnova ini sudah bisa diperoleh di toko buku. Di BAW ada program duet penulis berkolaborasi menulis buku. Aida dan Elita berhasil mewujudkannya di dalam buku ini. Buku yang insya Allah menghapuskan kegalauanmu yang gagal bercinta.

Saturday, March 9, 2013

Elita Duatnofa


Elita Duatnofa, terlahir dengan nama tersebut di Depok 23 November 1982. Pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, namun kemudian mengundurkan diri dan pindah ke Akademi Kimia Analisis Caraka Nusantara Jakarta. Ibu 3 anak ini juga memutuskan untuk berhenti bekerja, lalu memilih fokus menjadi IRT sambil berbisnis kecil-kecilan, dan mendalami dunia kepenulisan sejak tahun 2011. Di sela-sela kesibukannya, ia juga masih menyempatkan diri untuk menekuni hobinya yang lain, yaitu mengajar privat. Penyuka pantai dan malam ini bisa dihubungi melalui:
  

Facebook : Elita Duatnofa
Twitter : @duatnofa_lieta
Email : elieta.duatnofa@gmail.com

Sunday, January 20, 2013

SC# 8, HAPPY BIRTHDAY, BAW!


by: Elita Duatnofa

Selamat pagi, pemirsa setia BAW. Kali ini Anda semua ditemani oleh saya, Elita Duatnofa. Baiklah, ngomong-ngomong soal BAW….

Pertama kali bergabung di BAW, Mbak Ley sendirilah yang memasukkan saya ke grup yang penuh warna dan aroma ini. Tapi tentu saja, saya yang memintanya. Heheh.

Mbak Ley ini nih, dalam bayangan saya adalah perempuan yang agak-agak serem dan tegas, tapi rame gitu plus suaranya keras. Pas ketemu langsung, eleeeuh… lembut, bersahaja, baik lah gitu. Suka kangen dan pengen ketemu lagi tuk curi-curi ilmu menulisnya, tapi sayang nggak tau rumahnya. Hiks.

Dan jujur aja, di awal-awal masa bergabung (bukan berkabung ya)… saya bingung mau ngapain di grup ini selain sapa-menyapa basa-basi. Anggotanya nggak ada yang benar-benar saya kenal, kecuali Mbak Nining, itupun baru tahu beberapa waktu kemudian. Mau komentar dan colek-colek, takut kayak orang sok akrab. Serba salah, karena saya ini pemalu buanget kalau belum kenal lama (sumpeh lo?). Takut dicuekin, takut dikacangin, takut digumami begini, “Ih, siapa sih lo?”